Samarinda, Sketsa.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis meminta agar anggaran tim ahli Gubernur yang dinilai publik terlalu gemuk segera dievaluasi. Ia menegaskan bahwa prinsip efisiensi harus diterapkan, terutama di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang tidak baik-baik saja.
Ananda merespons sorotan publik terkait tim ahli Gubernur yang berjumlah puluhan orang dengan anggaran yang tidak sedikit. Ia sebelumnya juga telah menyampaikan perlunya evaluasi terhadap pembiayaan tersebut.
“Saya sebelumnya pernah stating bahwa untuk bisa dievaluasi kembali, apakah harus segemuk ini? Coba tolong dievaluasi, apakah bisa lebih diefisienkan,” ujarnya.
Menurut politisi PDI Perjuangan ini, keberadaan tim ahli sebenarnya tidak masalah selama memberikan masukan substantif kepada Gubernur terkait pembangunan di Kalimantan Timur. Baik dari sisi hukum, kebijakan, infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan.
“Pak Gubernur butuh pakar, ahli yang bisa memberikan masukan terkait substansi hal-hal di Kalimantan. Saya pikir hal itu tidak masalah. Yang harus kita tekankan adalah efektivitas dan efisiensi anggarannya,” tegasnya.
Ia mengapresiasi masukan dari media yang menyoroti besaran anggaran tim ahli. Menurutnya, kritik tersebut harus dijadikan bahan evaluasi agar anggaran yang dialokasikan benar-benar efektif.
“Teman-teman media kan menyampaikan, Pak ini kebesarán. Kita harus bisa diefektifkan. Berarti mereka melihat terlalu gemuk, harus dicermati,” katanya.
Ananda memastikan bahwa DPRD melalui Badan Anggaran akan membahas kembali alokasi anggaran untuk tim ahli pada pembahasan tahun depan. Ia menekankan bahwa yang terpenting adalah jangan sampai prioritas pembangunan untuk rakyat Kalimantan Timur berkurang karena pembiayaan hal-hal lain.
“Saya yang terpenting adalah jangan sampai prioritas pembangunan untuk rakyat Kalimantan Timur itu jadi berkurang karena ada hal-hal lainnya yang perlu dibiayai,” pungkasnya. (*)










