DPRD Kaltim Siap Awasi Program Gizi Gratis, Ananda Moeis: Kolaborasi Pusat dan Daerah Penting

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:32 WITA
Bagikan:
Foto : Ananda Emira Moeis temui sejumlah awak media di sela sela Halal bi Halal di rumah jabatannya, sabtu (28/03/2026). (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur Ananda Emira Moeis menekankan pentingnya pemerataan dan ketepatan sasaran dalam program gizi gratis yang digulirkan pemerintah pusat. Menurutnya, tidak semua wilayah memiliki kebutuhan yang sama, sehingga pendekatan yang seragam bisa jadi tidak efektif.

Dalam acara halalbihalal di rumah jabatannya, Sabtu (28/3/2026), Ananda mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis memang bertujuan baik, tetapi implementasinya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah.

“Program ini bagus, tapi harus tepat sasaran. Mungkin di wilayah kamu semuanya sudah bergizi, anak-anaknya enggak perlu lagi masuk ke situ. Tapi kalau di wilayah lain, masih banyak yang kurang gizi, perlu kita masuk ke situ. Jadi yang penting pemerataan, bukan semua wilayah harus sama,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa keadilan dalam konteks program gizi bukan berarti semua daerah mendapat porsi yang sama, tetapi justru harus melihat mana yang paling membutuhkan. Anggaran yang tersedia, menurutnya, cukup untuk melakukan pemerataan yang tepat sasaran.

Kekhawatiran Penyelewengan Anggaran

Ananda juga menyoroti potensi penyelewengan anggaran dalam pelaksanaan program gizi gratis. Ia mengaku sering mendengar laporan dari masyarakat tentang ketidaksesuaian antara yang dijanjikan dengan yang diterima di lapangan.

“Selama ini banyak yang bermain. Misalnya harusnya ikan sekian gram, ternyata cuma segini. Harus yang benar-benar sesuai. Jangan ada penyelewengan,” tegasnya.

Ia mengakui bahwa tidak semua pelaksanaan program buruk. Ada beberapa yang berjalan dengan baik. Namun ada juga yang masih kurang.

Ananda mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten kota dalam mengawasi pelaksanaan program gizi gratis. Menurutnya, DPRD juga siap berperan aktif dalam memastikan program berjalan sesuai rencana.Ia menegaskan bahwa pengawasan yang ketat diperlukan agar program yang bertujuan baik ini tidak disalahgunakan oleh oknum yang ingin mengambil keuntungan pribadi.

Meski demikian, ia berharap program-program pemerintah, termasuk gizi gratis, dapat membantu pemulihan ekonomi masyarakat, terutama di sektor-sektor yang paling terdampak.

Ananda mengajak semua pihak untuk bersama-sama mengawasi dan meningkatkan program gizi demi kesejahteraan masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pusat dan daerah agar program yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat bagi yang membutuhkan.

“Kita sama-sama bekerja bahwa anggarannya dari pusat, pengawasannya bisa dibantu sama provinsi dan kabupaten kota. Kami lembaga DPRD siap untuk melihat. Intinya, jangan ada yang diselewengkan,” pungkasnya. (Cc)

Bagikan:

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus dalam 21 Hari: Ada Pembunuhan, Curanmor, hingga Cap Tikus 9,8 Ton