IJTI Mengecam Keras Teror Bom Molotov di Kantor Redaksi Jubi: Kebebasan Pers di Papua Terancam

Selasa, 15 Oktober 2024 - 23:37 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id, – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Kalimantan Timur juga mengecam keras aksi teror yang terjadi di Kantor Redaksi Jubi, pada Rabu dini hari. Serangan bom molotov yang meluluhlantakkan dua mobil operasional Jubi dinilai sebagai ancaman serius terhadap kebebasan pers di Papua.

IJTI mendesak aparat kepolisian agar segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangan teror ini. Menurut Chanry Suripatty, Koordinator wilayah IJTI Papua – Maluku , menuntut aparat bertindak cepat dan tegas. Pelaku harus segera ditangkap dan motifnya diungkap secara transparan kepada publik.

Selain itu, Chanry juga mengimbau seluruh jurnalis di Papua untuk waspada terhadap ancaman serangan serupa. Menurutnya, aksi teror ini bisa jadi bagian dari upaya membungkam suara-suara kritis yang kerap disuarakan oleh media, khususnya di Papua.
“Kami menduga ini adalah upaya sistematis untuk membungkam kebebasan pers dan demokrasi di tanah Papua. Oleh karena itu, seluruh jurnalis di Papua harus bersatu dan terus menjaga solidaritas dalam melawan segala bentuk intimidasi,” ujar Chanry.

Serangan bom molotov terhadap Jubi menambah daftar panjang kasus kekerasan terhadap jurnalis di Papua. Insiden ini memunculkan kekhawatiran akan meningkatnya tindakan represif terhadap media yang berperan sebagai pilar keempat demokrasi. IJTI menegaskan bahwa kebebasan pers harus tetap dijaga dan dilindungi sebagai bagian dari hak asasi manusia.

IJTI bersama organisasi jurnalis lainnya akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan dukungan penuh kepada para jurnalis yang bekerja di Papua. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga