Samarinda, Sketsa.id – Panitia Khusus (Pansus) Pokok-Pokok Pikiran DPRD Kalimantan Timur memutuskan untuk menunda pembahasan akhir terkait usulan aspirasi masyarakat. Keputusan ini diambil lantaran Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim sedang tidak berada di tempat karena agenda Safari Ramadan.
Wakil Ketua DPRD Kaltim Ananda Emira Moeis menjelaskan bahwa Pansus sebenarnya telah merampungkan pembahasan terkait kamus usulan yang merupakan hasil reses dari masyarakat. Namun, kesepakatan final masih harus menunggu kehadiran pimpinan daerah.
“Kita sudah menyelesaikan kerja Pansus, tapi harus menunggu Pak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur yang sedang tidak berada di tempat. Pak Wagub sedang Safari Ramadan ke Bontang dan Kutai Barat,” ujar Ananda, Senin (16/3/2026).
Ia menegaskan bahwa akan lebih baik jika kesepakatan dilakukan bersama-sama dengan Gubernur dan Wakil Gubernur pada rapat paripurna berikutnya. Hal ini untuk memastikan bahwa seluruh usulan yang merupakan aspirasi masyarakat benar-benar mendapat persetujuan bersama.
Salah satu poin yang menjadi perhatian dalam pembahasan kali ini adalah terkait bantuan sosial yang harus tetap diprioritaskan meskipun ruang fiskal di tahun 2027 diprediksi akan semakin sempit. Ananda memastikan bahwa kepentingan rakyat tetap menjadi prioritas utama.
“Di 2027 ini ruang fiskal kita lebih sempit. Tapi tidak menutup juga bansos atau bantuan yang pastinya diprioritaskan untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.
Pembahasan Pansus sendiri dilakukan secara maraton dengan menggabungkan pembahasan pokok-pokok pikiran 5 dan 6 demi efisiensi waktu. Ananda menjelaskan bahwa langkah ini diambil agar teman-teman yang berpuasa bisa lebih cepat menyelesaikan tugas dan mempersiapkan ibadah buka puasa.
“Demie fe siensi dan efektivitas waktu. Agar bisa cepat selesai, teman-teman yang berpuasa bisa lebih dini persiapan buka puasa dan ibadahnya. Dan itu diperbolehkan karena disetujui bersama-sama,” jelasnya. (cc)










