Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026: Hasil Lengkap Sidang Isbat Nasional Kemenag

Kamis, 19 Maret 2026 - 15:33 WITA
Bagikan:

Jakarta, Sketsa.id – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar resmi mengumumkan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 H/2026 M jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Pengumuman ini disampaikan usai Sidang Isbat Penetapan 1 Syawal 1447 H yang digelar di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin, Jakarta, pada Kamis (19/3/2026).


Sidang Isbat yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB ini menjadi penentu resmi awal bulan Syawal bagi umat Islam di Indonesia. Keputusan diambil berdasarkan integrasi metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyatul hilal (pengamatan langsung hilal), sesuai Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 1 Tahun 2026 serta Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 Tahun 2004.


“Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya laporan rukyat hilal, disepakati bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada hari Sabtu, 21 Maret 2026,” ujar Menag Nasaruddin Umar dalam konferensi pers usai sidang.


Detail Hisab dan Rukyat yang Menjadi Dasar Keputusan

Menag menjelaskan dua alasan utama keputusan tersebut:
1. Secara hisab: Pada saat rukyat tanggal 29 Ramadan 1447 H (19 Maret 2026), tinggi hilal di seluruh wilayah Indonesia berada pada kisaran 0 derajat 54 menit 27 detik (0,91 derajat) hingga 3 derajat 7 menit 52 detik (3,13 derajat). Sudut elongasi hilal berkisar antara 4 derajat 32 menit 40 detik (4,54 derajat) hingga 6 derajat 6 menit 11 detik (6,1 derajat).


Posisi ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura), yaitu tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi minimal 6,4 derajat yang harus terpenuhi secara bersamaan.


2. Secara rukyat: Pengamatan hilal dilakukan di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. “Laporan yang diterima serta dikonfirmasi menunjukkan bahwa tidak ada satu pun titik yang berhasil melihat hilal,” tegas Menag.

Karena hilal belum terlihat dan belum memenuhi kriteria astronomi yang disepakati, maka 29 Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari, sehingga 1 Syawal jatuh keesokan harinya atau pada 21 Maret 2026.

Sidang dihadiri oleh perwakilan lintas institusi untuk memastikan keputusan transparan dan ilmiah, antara lain:
Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i
Wakil Ketua Umum MUI Muhammad Cholil Nafis
Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang
Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad
Perwakilan Mahkamah Agung, BMKG, BRIN, Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha ITB, Planetarium Jakarta
Para pakar falak dari berbagai ormas Islam dan perguruan tinggi
Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag
Perwakilan duta besar negara sahabat serta pimpinan ormas Islam.

Makna Sidang Isbat bagi Umat


Sidang Isbat nasional bukan sekadar ritual administratif, melainkan wujud negara hadir sebagai ulil amri dalam memfasilitasi penyatuan umat. Dengan penetapan ini, diharapkan umat Islam Indonesia dapat merayakan Idul Fitri secara lebih serentak, meskipun tetap menghormati perbedaan yang ada.
Menag juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ukhuwah islamiyah, meningkatkan ketakwaan, serta memaafkan sesama dalam semangat “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin”.


Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H bagi seluruh umat Islam Indonesia!
Semoga keberkahan Ramadhan berlanjut hingga Syawal, dan persatuan umat semakin kokoh. (*)

Bagikan:

Seven Decades of Iran-US Conflict: From the 1953 CIA Coup to the 2026 Nuclear Ultimatum