Samarinda, Sketsa.id – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi mencairkan bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) semester genap tahun 2026 melalui Program Gratispol Pendidikan. Sebanyak 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025 yang kini memasuki semester genap di seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta se-Kaltim menerima manfaat program ini.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kaltim selaku Juru Bicara Pemprov Kaltim, Muhammad Faisal, melaporkan bahwa total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp103.147.556.750. Pencairan dilakukan secara bertahap, dengan prioritas pertama bagi mahasiswa semester genap angkatan 2025.
“Hari ini kami laporkan pencairan untuk 21.127 mahasiswa baru angkatan 2025. Sementara untuk mahasiswa semester empat, enam, dan delapan masih dalam proses verifikasi data Dukcapil,” terang Faisal dalam keterangan resmi, Jumat (13/2/2026).
Unmul dan UMKT Jadi Penerima Terbanyak
Berdasarkan rekapitulasi data tahun 2026, penerima manfaat tersebar di 57 perguruan tinggi, baik negeri, swasta, maupun institusi dengan skema kerja sama. Dari kelompok PTN, Universitas Mulawarman (Unmul) menempati posisi teratas dengan 5.134 mahasiswa penerima bantuan senilai lebih dari Rp25,6 miliar.
Disusul Politeknik Negeri Samarinda dengan 1.683 mahasiswa, Institut Teknologi Kalimantan (ITK) 1.541 mahasiswa, serta UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda dengan 1.331 mahasiswa.
Sementara dari kelompok PTS, Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) menjadi yang terbanyak dengan 3.477 mahasiswa penerima bantuan senilai lebih dari Rp19,2 miliar. Berikutnya Universitas Mulia dengan 670 mahasiswa dan Universitas Balikpapan dengan 600 mahasiswa.
“Data ini menunjukkan komitmen Pemprov Kaltim menjangkau mahasiswa lintas kampus secara merata, tanpa membedakan status negeri atau swasta,” ujar Faisal.
Investasi Jangka Panjang SDM Daerah
Program Gratispol Pendidikan merupakan salah satu langkah strategis Pemprov Kaltim dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus meringankan beban ekonomi mahasiswa dan orang tua. Faisal menegaskan bahwa program ini bukan sekadar bantuan temporer, melainkan investasi jangka panjang untuk kemajuan sumber daya manusia di Bumi Etam.
“Dengan pencairan ini, pemerintah berharap mahasiswa dapat fokus menyelesaikan studi tanpa terkendala biaya, sekaligus memperkuat kualitas SDM Kaltim di masa depan,” pungkasnya.
Pemprov Kaltim memastikan penyaluran bantuan dilakukan sesuai data verifikasi dan mekanisme yang berlaku, serta berkomitmen menjaga keberlanjutan program sebagai bagian dari visi pembangunan daerah. (*)









