Puncak Arus Mudik Diprediksi H-2 Lebaran, Terminal Lempake Siapkan Armada Tambahan

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:02 WITA
Bagikan:
FOTO : kondisi Terminal Lempake Samarinda (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, Terminal Tipe B Lempake Samarinda mulai melakukan berbagai persiapan untuk melayani arus mudik. Koordinator Lapangan Terminal Lempake, Suharyanto, memastikan enam perusahaan otobus (PO) telah menyiapkan sekitar 20 armada untuk melayani pemudik dengan tujuan Bontang dan Sengata.

Foto: Koordinator Lapangan Terminal Lempake Samarinda, Suharyanto. (Sketsa.id)

“Untuk persiapan terminal Lempake menyambut Idul Fitri, kita akan mengadakan posko Lebaran mulai tanggal 13 Maret. Untuk armadanya, dari enam PO sudah dipersiapkan semua. Rata-rata armada sudah laik jalan, tidak ada yang tidak laik,” ujar Suharyanto saat ditemui di terminal, Selasa (10/3/2026).

Ia menjelaskan, dari total 20 armada yang disiapkan, jika terjadi lonjakan penumpang yang signifikan, pihaknya akan menambah armada tambahan. “Kalau nanti memang kurang, bisa kita tambah lagi. Biasanya untuk H-7 sampai H+7 itu masih cukup, kadang malah tidak kurang,” katanya.

Tarif dan Rute

Untuk tarif, Suharyanto memastikan belum ada kenaikan harga tiket. Tarif masih tetap sama seperti hari biasa. Untuk tujuan Samarinda-Bontang, tarif bus AC dipatok Rp50.000, sementara bus non-AC Rp40.000. Namun bus non-AC hanya tersedia dua armada dan jarang beroperasi.

Sementara untuk tujuan Samarinda-Sangatta, tarif bus AC Rp70.000. Untuk bus non-AC tujuan Sengata dipatok Rp55.000, namun juga jarang beroperasi karena hanya tersedia dua unit.

“Untuk armada tujuan Bontang yang AC ada sekitar 10 unit, kalau tujuan Sangatta yang AC ada sekitar 9 unit,” rinci Suharyanto.

Untuk jam operasional bus dari Terminal Lempake sendiri dimulai sejak pagi hari. “Rata-rata pukul 08.00-08.05 Wita sudah ada keberangkatan. Berikutnya jam 09.30, jam 12.00, dan keberangkatan terakhir pukul 15.00 Wita untuk tujuan Samarinda-Bontang maupun Samarinda-Sangatta,” jelasnya.

Puncak Arus Mudik

Suharyanto memprediksi puncak arus mudik akan terjadi dua hari sebelum Lebaran dan dua hari setelah Lebaran. Pada masa puncak tersebut, jumlah penumpang bisa mencapai 200 orang per hari atau sekitar 7-10 unit bus dengan kapasitas 30 penumpang per unit.

“Kalau dari tahun sebelumnya, pemudik sekitar 7-10 unit per hari. Satu unit 30 penumpang, berarti sekitar 210 penumpang per hari. Biasanya nanti ada tambahan armada bantuan,” ujarnya.

Ia menambahkan, pada H-7 kondisi masih normal karena masyarakat Bontang dan sekitarnya banyak yang memiliki kendaraan pribadi. “Penggunaan transportasi umum seperti bus ini memang terlihat meningkat hanya di hari-hari tertentu seperti libur panjang dan menjelang Lebaran,” imbuhnya.

Untuk memastikan keselamatan penumpang, Suharyanto menjelaskan akan ada pemeriksaan kendaraan sebelum masa mudik. “Nanti ada tim dari Dishub, Lalu Lintas, kepolisian, dan pengujian dari Pemkot untuk mengecek kendaraan bus. Pemeriksaan dilakukan sebelum H-7,” katanya.

Pemeriksaan tersebut meliputi berbagai aspek kelayakan kendaraan bermotor untuk memastikan bus yang beroperasi benar-benar laik jalan dan aman bagi penumpang.

Imbauan kepada Pemudik

Suharyanto mengimbau masyarakat yang akan mudik untuk memanfaatkan transportasi umum khususnya bus dari terminal karena dinilai lebih ekonomis dibanding moda transportasi lain.

“Kalau menurut saya, untuk menghemat biaya, menggunakan transportasi umum lebih baik ke terminal. Harganya jauh berbeda dengan transportasi di luar seperti travel. Jangkauan harganya itu berbeda,” terangnya.

Ia juga menjamin bahwa bus-bus yang beroperasi dari Terminal Lempake saat ini sudah tidak menerapkan praktik menunda keberangkatan meski penumpang sedikit. “Sekarang ini, berapapun penumpangnya, bus sudah berani jalan. Yang penting sesuai jadwal. Bus terakhir jam 15.00 Wita itu wajib berangkat walau penumpang cuma sedikit, karena kalau dilebihkan dari jam itu, penumpangnya malah tambah sepi,” pungkasnya.

Posko Lebaran di Terminal Lempake direncanakan beroperasi mulai 13 Maret hingga 20 Maret 2026, atau selama masa H-7 hingga H+7 Lebaran. (cc)

Bagikan:

Seven Decades of Iran-US Conflict: From the 1953 CIA Coup to the 2026 Nuclear Ultimatum