Sapto Nilai Kepemimpinan Lemah Jadi Akar Masalah Mandeknya Perusda di Kaltim

Senin, 2 Juni 2025 - 05:48 WITA
Bagikan:
FOTO: Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono

Samarinda, Sketsa.id – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Timur, Sapto Setyo Pramono, menyebut lemahnya kepemimpinan sebagai penyebab utama stagnasi perusahaan daerah (perusda) di Kaltim.

Menurutnya, kegagalan perusda bukan karena sektor usaha yang dijalankan, melainkan karena tidak tepatnya orang yang diberi kepercayaan untuk memimpin.

“Permasalahan bukan di sektor atau peluang bisnisnya. Tapi siapa yang menjalankan. Kalau orang yang ditunjuk tidak punya kemampuan, hasilnya bisa ditebak: stagnan,” ujar Sapto, Senin (02/06/2025).

Sapto menyayangkan masih banyak posisi strategis di perusda yang diisi oleh figur tanpa pengalaman manajerial dan pemahaman bisnis yang memadai. Hal ini membuat kinerja perusda tidak optimal, bahkan berpotensi membebani anggaran daerah.

Politikus Partai Golkar itu menekankan perlunya perubahan mendasar dalam sistem penunjukan pimpinan perusda. Ia meminta agar jabatan strategis tidak lagi diberikan berdasarkan kedekatan politik, melainkan melalui seleksi berbasis merit dan rekam jejak profesional.

“Sudah waktunya kita mengakhiri pola pengangkatan berdasarkan kedekatan. Yang dibutuhkan sekarang adalah manajer profesional yang paham dunia usaha dan mampu membawa perusda bersaing,” tegasnya.

Ia juga mendesak Pemerintah Provinsi Kaltim untuk segera melakukan evaluasi total terhadap operasional perusda, termasuk mengaudit laporan keuangan secara terbuka.

“Tanpa langkah konkret, kita hanya akan terus menyaksikan potensi besar menguap begitu saja. Ini soal keberanian untuk berubah,” ucapnya.

Sapto berharap, Gubernur Kaltim bisa mengambil sikap tegas dalam membenahi struktur dan kepemimpinan perusda agar benar-benar menjadi penggerak ekonomi daerah.

“Perusda seharusnya jadi penggerak ekonomi, bukan sekadar tempat singgah bagi orang-orang yang tidak punya visi. Kalau dikelola serius, mereka bisa menghasilkan,” tutupnya. (Adv/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga