Sebagai Salah Satu Pembicara di Forum 10th WWF, Andi Harun Tegaskan Bahwa Isu Manajemen Air Harus Adil dan Tranparan

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:51 WITA
Bagikan:

Samarinda, Sketsa.id – Gelaran 10th World Water Forum yang digelar di Bali ini juga turun mengundah sejumlah tokoh penting, Dalah satunyanadalah Walikota Samarinda.

Pada forum ini, Andi Harun tidak hanya menjadi peserta, namun juga menjadi salah satu pembicara dalam forum internasional tersebut.

Di hadapan kepala daerah negara dari belahan dunia lainnya, Andi Harun sendiri menyampaikan pidato tentang isu air yang menjadi kebutuhan dasar manusia, dan hal ini disaksikan oleh sejumlah perwakilan dari berbagai negara yang mengikuti forum yang diselenggarakan tiap tiga tahun sekali.

Seperti ketertarikan Konya terhadap pembangunan IKN Nusantara yang ramah lingkungan, hal itu direspons Andi Harun dalam forum.

Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi pemerintah Indonesia untuk membangun IKN sebagai kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.

“Kami (Pemerintah Indonesia) ingin menciptakan ‘3 Cities Connected’ yang terdiri dari IKN, Balikpapan, dan Samarinda, yang terintegrasi dengan baik dan saling mendukung,” ungkap Andi Harun.

Sebagai informasi, forum pertemuan pemimpin dunia yang membahas isu air tersebut telah berlangsung secara rutin sejak tahun 1997, adapun tema yang diusung dalam WWF Ke-10 Tahun 2024 yaitu “Water for Shared Prosperity”.

Banyak isu penting yang dibahas pada forum ini diantaranya manajemen air, kemudian akses berkeadilan sekaligus berkelanjutan. Juga isu penting lainnya seperti mitigasi krisis, kerja sama global, kemudian hal lain yang memengaruhi tentang pengelolaaan dan kebutuhan air adalah political proses local government policy. Dan juga isu korupsi dalam manajemen pengelolaan air, begitupula isu pelibatan lokal komunitas,” beber Andi Harun di WWF, Bali, Indonesia.

Lebih lanjut, Andi Harun juga menempatkan perhatian serius terhadap isu laut, terutama sungai yang jadi sumber baku, air bersih, air minum bagi banyak daerah di berbagai negara dunia.

“Sebab itu, kami memiliki komitmen final, semua negara yang tergabung dalam organisasi global, bahwa kita akan terus bekerja dan memelihara komitmen, untuk memastikan akses terhadap air berkeadilan dan transparan. Juga terus berkomitmen bahwa akses terhadap air bagian dari pemenuhan hak asasi,” jelasnya.

“We will works together with you, to maintence our comitment to insurance guaranty access to climate water for the pepople. Access climate water is human right,” tambahnya.
Pembangunan IKN di Kaltim nampaknya juga menjadi daya tarik sejumlah penduduk mancanegara yang ingin membangun kerja sama dalam megah proyek tersebut.

Negara Turki menjadi salah satunya. Ketertarikan besar terhadap pembangunan IKN diakui oleh Wali Kota Konya, Ugur Ibrahim Altay. Hal itu diungkapkan dalam kunjungannya ke World Water Forum (WWF) Ke-10 di Bali hari ini, Rabu (22/5/2024).

Pihaknya ingin belajar dari pengalaman mereka ini. Kami yakin IKN akan menjadi kota yang luar biasa dan kami ingin menjadi bagian dari proses pembangunannya,” ujar Altay yang juga merupakan Presiden Union Cities and Local Government (UCLG). (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga