Utang Pemerintah Rp9.138 Triliun, Purbaya: Masih Aman dan Wajar

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 03:37 WITA
Bagikan:
Foto: Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa (ist)

Jakarta,Sketsa.id – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa posisi utang pemerintah pusat yang mencapai Rp9.138,05 triliun per akhir Juni 2025 masih berada dalam batas aman. Pernyataan ini disampaikan Purbaya dalam responsnya terhadap kekhawatiran publik mengenai membengkaknya angka utang nasional.

Rasio Utang Masih di Bawah Standar Internasional
Dalam sesi media gathering via Zoom pada Jumat (10/10/2025), Purbaya menjelaskan bahwa tolok ukur utama risiko utang bukanlah nilai nominalnya, melainkan rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

“Kan kalau acuan utang bahaya besar atau enggak, itu bukan dilihat dari nominalnya saja, tapi diperbandingkan dengan ekonominya. Ini kan Rp9.000 triliun itu sekarang masih di bawah 39 persen dari PDB,” jelas Purbaya.

Menkeu menekankan bahwa rasio utang Indonesia masih jauh di bawah batas kriteria Maastricht 60 persen, dan lebih rendah dibandingkan banyak negara maju. “Dari standar ukuran internasional, itu masih aman. Kita aman, masih di bawah 40, Maastricht kriteria 60 persen,” tegasnya.

Purbaya memberikan perbandingan rasio utang Indonesia dengan beberapa negara lain untuk memberikan perspektif yang lebih jelas:
Jepang: 250 persen lebih
Amerika Serikat: 100 persen lebih
Jerman: 100 persen
Singapura: Rasio tinggi
Indonesia: Di bawah 39 persen

“Negara-negara apa di atas 80, banyak yang 400, bahkan Jerman 100. Amerika 100 persen lebih, Jepang 250 persen lebih. Jadi Singapura juga tinggi sekali. Jadi dengan standar itu kita aman,” papar Purbaya.

Meski menyatakan utang masih dalam batas aman, Purbaya menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengelolaan utang dan meningkatkan kualitas belanja pemerintah.

“Ke depan kita akan cepat coba kontrol belanja pemerintah kita supaya lebih baik, sehingga yang enggak perlu-perlu, saya bisa mulai potong. Bukan berarti saya memotong program pemerintah, tapi saya memotong program-program yang tidak efisien,” ujarnya.

Purbaya menekankan bahwa jika pemerintah terpaksa berutang, penggunaannya harus maksimal, tanpa kebocoran, dan mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi. “Akan kita menciptakan belanja yang lebih bertanggung jawab ke depan,” pungkas Menkeu.
Menkeu Purbaya mengimbau masyarakat untuk tidak menjadikan isu utang sebagai sumber sentimen negatif terhadap perekonomian nasional. Menurutnya, dari standar nasional maupun internasional, posisi utang Indonesia masih dalam kondisi yang cukup baik.

“Jadi utang itu jangan dipakai untuk menciptakan sentimen negatif ke ekonomi kita. Karena dari standar nasional, dari standar internasional yang ada di mana-mana, kita cukup beda,” kata Purbaya. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga