Smarinda. Sketsa.id -Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menginstruksikan seluruh camat untuk segera membentuk Forum Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Terhadap Anak Berbasis Masyarakat (PPATBM) di setiap desa dan kelurahan. Langkah ini sebagai respon cepat memperkuat perlindungan anak dan perempuan hingga tingkat akar rumput.
Sekretaris Daerah Kukar Sunggono Kasnu menyampaikan instruksi ini saat membuka Sosialisasi PPATBM: ‘Membangun Desa/Kelurahan Ramah Anak’ di Hotel Harris Samarinda, Jumat (7/11/2025). Sebanyak 20 camat hadir dalam agenda strategis ini.
“Kita berharap melalui kecamatan, sosialisasi terhadap kekerasan pada anak dan perempuan bisa lebih masif ditangani. Terutama melalui kelembagaan PPATBM yang ada di bawah Camat,” tegas Sunggono.
Meski kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kukar belum masuk kategori mengkhawatirkan, penguatan sistem pencegahan tetap wajib dilakukan. “Kita bersyukur kasusnya masih terkendali, tetapi angka itu harus terus turun. Pak Camat memiliki peran besar dalam mendorong pencegahannya,” jelas Sunggono.
Plt Kepala DP3A Kukar Hero Suprayitno menekankan percepatan pembentukan PPATBM perlu segera dipacu. Dari ratusan desa dan kelurahan, baru 63 yang memiliki PPATBM aktif.
“Masih banyak camat yang belum familiar dengan PPATBM. Padahal keberadaan forum ini sangat strategis sebagai ujung tombak penanganan kekerasan berbasis masyarakat,” ujar Hero.
Melalui sosialisasi ini, DP3A Kukar ingin memastikan para camat memahami peran dan mekanisme PPATBM, sekaligus mendorong pembentukan tim relawan terlatih yang berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
Arahan ini sejalan dengan kebijakan nasional setelah pertemuan virtual dengan Kementerian Dalam Negeri yang menekankan penguatan jejaring perlindungan perempuan dan anak.
“Kita harap semuanya bisa duduk bersama untuk PPATBM sebagai ujung tombak upaya kita menekan angka kekerasan terhadap anak dan perempuan,” pungkas Hero. (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)









