Komisi IV DPR Desak Pemerintah Tindak Tegas Produsen Minyakita yang Curang

Senin, 10 Maret 2025 - 13:55 WITA
Bagikan:

Jakarta, Sketsa.id – Anggota Komisi IV DPR, Cindy Monica, mendesak pemerintah untuk menindak tegas produsen Minyakita yang terbukti menjual produk dengan takaran yang tidak sesuai. Menurutnya, praktik ini merugikan masyarakat dan berpotensi mengurangi kepercayaan terhadap program minyak goreng bersubsidi tersebut.

“Kasus ini menunjukkan adanya potensi kecurangan yang merugikan masyarakat. Kami meminta pemerintah dan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas terhadap produsen yang melanggar aturan,” ujar Cindy dalam keterangan tertulis, Senin (10/3/2025).

Cindy menekankan bahwa Minyakita hadir sebagai solusi bagi masyarakat agar minyak goreng tetap terjangkau. Namun, jika takaran produk tidak sesuai, kepercayaan publik terhadap program ini bisa menurun.

Ia meminta Kementerian Perdagangan dan instansi terkait segera melakukan audit menyeluruh terhadap seluruh produsen Minyakita. Jika ditemukan pelanggaran, ia menegaskan bahwa sanksi harus diberikan.

“Jika terbukti curang, produsen harus diberikan sanksi tegas, mulai dari peringatan keras hingga pencabutan izin usaha,” katanya.

Menurutnya, pengawasan ketat sangat diperlukan agar praktik kecurangan semacam ini tidak terulang di masa depan.

“Masyarakat berhak mendapatkan produk sesuai dengan yang mereka beli. Ke depan, pengawasan harus diperketat agar kasus serupa tidak terulang,” tegas Cindy.

Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Lenteng Agung, Jakarta Selatan, pada Sabtu (8/3/2025). Dalam sidak tersebut, ia menemukan beberapa kemasan Minyakita tidak sesuai takaran.

Dalam pengecekan, minyak goreng kemasan botol satu liter ternyata hanya berisi 750 hingga 800 ml, sementara kemasan plastik tetap sesuai takaran.

Amran memastikan bahwa produsen yang terbukti melanggar akan ditindak tegas. Pemerintah berkomitmen untuk memastikan produk yang beredar di pasaran sesuai standar dan tidak merugikan masyarakat. (*)

 

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga