Bupati Kukar Ingin Askab PSSI Kukar Lebih Profesional Kelola Stadion Randong Demang

Selasa, 4 Maret 2025 - 06:53 WITA
Bagikan:
Bupati Kukar, Edi Damansyah

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Edi Damansyah, menegaskan pentingnya pengelolaan profesional dalam memanfaatkan Stadion Randong Demang sebagai pusat pengembangan sepak bola di daerah. Ia berharap Askab PSSI Kukar mampu mengelola stadion ini secara mandiri dan optimal.

Edi menyoroti bahwa pemerintah daerah telah memberikan wewenang penuh kepada Askab dalam pengelolaan stadion ini. Bahkan, opsi hibah sempat menjadi pertimbangan agar pengelolaan bisa lebih maksimal.

“Saya masih ingat persis bahwa saya sudah menyetujui Stadion Randong Demang itu, bahkan pada waktu itu hibah pun saya setujui, pengelolaannya pun saya setujui untuk dikelola oleh Askab PSSI Kutai Kartanegara,” katanya.

Lebih lanjut, Edi menjelaskan bahwa keputusan ini selaras dengan arahan dari PSSI pusat, yang mendorong agar setiap Askab memiliki stadion sendiri.

Kukar menjadi salah satu daerah yang bergerak cepat dalam menindaklanjuti kebijakan tersebut.

Namun, ia menekankan bahwa kemandirian finansial juga harus menjadi prioritas. Askab tidak boleh hanya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tetapi harus mampu mengelola stadion untuk berbagai kegiatan komersial guna menambah pemasukan.

“Saya ingat sampai kepada kawasan parkir segala macam itu dulu sudah kita diskusikan. Saya ingin Askab Kutai Kartanegara punya sumber pendapatan yang tidak hanya tergantung kepada APBD, tapi juga dari sumber lain,” tegasnya.

Selain itu, Pemkab Kukar juga terus berupaya membangun stadion mini di tingkat kecamatan dan desa agar semakin banyak fasilitas olahraga yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Kita ingin sinergisitas antara kebijakan nasional melalui Kementerian Desa terhubung dengan baik dengan kebijakan di Kutai Kartanegara. Jadi sarana dan prasarana ini terus bergerak untuk memenuhi kebutuhan,” pungkasnya. (adv/ Kutai Kartanegara/cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga