Ananda Emira Moeis: Aparat Cepat Tangani Insiden, Masyarakat Harus Waspada dan Cerdas Lawan Hoaks

Kamis, 8 Mei 2025 - 05:15 WITA
Bagikan:
foto : Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, saat ditemuin di agenda menjadi narasumber “Dialog Publika” Live TVRI 8/5/2025. (Chandra)

Samarinda, Sketsa.id – Menanggapi keresahan masyarakat terkait sejumlah insiden yang terjadi belakangan ini di Kota Samarinda, Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menyampaikan apresiasi atas kinerja aparat penegak hukum yang dinilai responsif dalam menangani kasus, salah satunya penembakan yang berhasil diungkap dalam waktu singkat.

“Kami mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum. Contohnya, kasus penembakan yang pelakunya dapat diamankan dalam waktu relatif singkat. Ini menunjukkan keseriusan dan profesionalitas mereka,” ujar Ananda dalam keterangan resminya, Kamis (8/5/2025).

Ia menegaskan meski upaya penegakan hukum telah dilakukan secara maksimal, kolaborasi dengan masyarakat tetap krusial. Ananda juga mengimbau warga untuk proaktif melaporkan aktivitas mencurigakan guna mempercepat penyelesaian masalah.

“Masyarakat harus menjadi mitra aparat dengan melaporkan hal-hal tidak biasa. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula solusi ditemukan,” tambahnya.

Di sisi lain, politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) ini juga mengingatkan publik agar tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi.

“Masyarakat jangan cepat percaya pada hoaks. Pastikan informasi valid dari sumber resmi, seperti pihak kepolisian atau pemerintah,” tegas Ananda.

Menutup pernyataannya, Ananda kembali memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada aparat dan mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga kewaspadaan demi keamanan bersama.

“Kami beri jempol untuk kinerja aparat, tetapi kewaspadaan kolektif tetap diperlukan. Mari jadikan Samarinda kota yang aman dan nyaman,” pungkasnya.

Isu keamanan di Samarinda kembali mencuat setelah sejumlah insiden, termasuk penembakan yang viral di media sosial. Respons cepat aparat dan peran aktif masyarakat diharapkan menjadi solusi pencegahan serta pemulihan kepercayaan publik. (ADV/DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga