Samarinda, Sketsa.id – Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Ananda Emira Moeis, menyoroti pentingnya pemerataan akses dalam pelaksanaan program GratisPol, yaitu layanan perjalanan ibadah gratis bagi marbot masjid dan penjaga rumah ibadah. Program ini merupakan inisiatif unggulan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim di bawah kepemimpinan Gubernur Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji.
Ananda menilai program tersebut sebagai langkah strategis untuk menghargai peran kelompok masyarakat yang selama ini berkontribusi besar dalam menjaga kehidupan spiritual, meski seringkali bekerja tanpa sorotan.
“Mereka adalah pilar nilai-nilai keagamaan. Negara wajib hadir memberi apresiasi melalui program seperti GratisPol,” tegasnya, Sabtu (24/5/2025).
Namun, politisi tersebut mengingatkan agar mekanisme seleksi penerima manfaat dilakukan secara adil dan transparan. Menurutnya, Pemprov perlu memastikan kriteria peserta jelas, terbuka untuk umum, dan menghindari potensi kesenjangan sosial.
“Prosesnya harus akuntabel, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan. Kategori penerima wajib terukur dan terverifikasi,” ujar Ananda.
Ia juga mendorong kolaborasi dengan lembaga keagamaan dalam verifikasi data calon peserta. Hal ini, menurutnya, akan memastikan bantuan tepat sasaran, khususnya bagi mereka yang telah lama mengabdi sebagai penjaga rumah ibadah.
Ananda menegaskan, DPRD Kaltim akan aktif mengawasi pelaksanaan program ini agar tetap sejalan dengan tujuan awal, yakni meningkatkan keadilan sosial dengan membuka akses ibadah bagi kelompok yang kerap terabaikan.
“Jika dijalankan dengan baik, GratisPol tidak hanya berdampak spiritual, tetapi juga memperkuat rasa keadilan di masyarakat,”pungkasnya.
Dengan penekanan pada prinsip inklusivitas, Ananda berharap program ini menjadi contoh konkret upaya negara dalam memajukan kesejahteraan sekaligus pengakuan atas peran vital para penjaga rumah ibadah. (Adv/DRPD Kaltim)









