Ketua Komisi II DPRD Kaltim Sabaruddin Panrecalle Tegaskan Komitmen Perjuangkan Pembangunan Balikpapan

Kamis, 29 Mei 2025 - 07:13 WITA
Bagikan:
FOTO : Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sabaruddin Panrecalle

Samarinda, Sketsa.id – Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Sabaruddin Panrecalle, menegaskan komitmennya memperjuangkan pembangunan daerah pemilihannya, Kota Balikpapan. Ia menekankan bahwa upaya ini bukan sekadar retorika, melainkan tindakan nyata yang akan diwujudkan melalui alokasi Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi.

Dalam kunjungan kerja ke DPRD Kota Balikpapan, pada Kamis (9/11)lalu, Sabaruddin menyatakan rencana mengawal pembahasan usulan Bankeu untuk Balikpapan dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kaltim. Menurutnya, koordinasi dengan DPRD kabupaten/kota sangat krusial agar bantuan tepat sasaran.

“DPRD di daerah memiliki pemahaman langsung tentang kondisi lapangan dan kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, masukan mereka menjadi pondasi penting dalam perencanaan anggaran,” ujar Sabaruddin.

Meski beberapa anggota DPRD Balikpapan tidak hadir karena tugas luar kota, politikus ini memastikan dialog dengan pemerintah kota akan terus digencarkan untuk menyusun prioritas pembangunan. Ia mencontohkan beragam tantangan di Kaltim, seperti infrastruktur, pendidikan, dan penanganan banjir, yang memerlukan solusi spesifik.

“Sebagai wakil rakyat Balikpapan, saya memiliki tanggung jawab moral dan politik untuk memastikan Bankeu digunakan secara akuntabel dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.

Sabaruddin juga menyelaraskan langkah ini dengan visi pembangunan bottom-up yang digaungkan Presiden RI dan Gubernur Kaltim. Ia berharap sinergi provinsi-daerah dapat mempercepat pemerataan pembangunan, khususnya di Balikpapan.

“Anggaran harus menjadi alat untuk mewujudkan pembangunan merata dan berkelanjutan. Ini komitmen kami agar setiap rupiah memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (Adv/ DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga