Samarinda, Sketsa.id – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1446 Hijriah yang jatuh pada Jumat, 6 Juni 2025, masyarakat Samarinda, Kalimantan Timur, tengah disibukkan dengan berbagai persiapan untuk menyambut hari raya kurban.
Suasana kebersamaan dan semangat berbagi terasa kental di berbagai penjuru kota, mulai dari pasar tradisional hingga masjid-masjid yang bersiap menggelar shalat Idul Adha.
Menjelang Idul Adha, aktivitas di pasar tradisional Samarinda, seperti Pasar Segiri dan Pasar Merdeka, meningkat signifikan. Masyarakat berbondong-bondong membeli kebutuhan pokok untuk menyambut hari raya. Menariknya, harga bumbu dapur seperti cabai dan bawang merah masih relatif stabil, meski volume pembeli meningkat.
Salah seorang pedagang di Pasar Segiri, mengungkapkan bahwa pasokan bahan pokok yang memadai mampu menahan lonjakan harga signifikan. Namun, ia memperkirakan harga mungkin naik tipis mendekati H-1 Idul Adha.
Selain bumbu dapur, pembelian hewan kurban, khususnya sapi, juga menjadi fokus utama. Di Samarinda, sapi kurban mayoritas didatangkan dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan harga bervariasi, dipengaruhi oleh biaya transportasi dan karantina. Sapi jantan berusia dua tahun menjadi pilihan favorit karena ukuran tubuh dan kualitas dagingnya yang lebih baik.
Masyarakat diimbau untuk memilih hewan kurban yang sehat dan sesuai syariat Islam.
Amalan Sunnah dan Persiapan Shalat Idul Adha
Umat Islam di Samarinda juga mempersiapkan diri secara spiritual. Amalan sunnah seperti puasa Dzulhijjah dari tanggal 1 hingga 9, termasuk puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah) dan puasa Arafah (9 Dzulhijjah), banyak dilakukan untuk meningkatkan ketakwaan.
Selain itu, tradisi mandi wajib sebelum shalat Id, memakai pakaian terbaik, dan berjalan kaki menuju tempat shalat menjadi bagian dari persiapan yang dianjurkan.Masjid-masjid besar di Samarinda, seperti Masjid Islamic Center dan Masjid Raya Siratal Mustaqim, telah menyiapkan lapangan untuk shalat Idul Adha.
Shalat sunnah muakkadah ini akan dilaksanakan pada pagi hari 10 Dzulhijjah, diikuti dengan khutbah yang mengingatkan umat akan makna pengorbanan Nabi Ibrahim AS dan pentingnya berbagi dengan sesama.
Inisiatif Ramah Lingkungan di Samarinda
Pemerintah Kota Samarinda melalui akun resmi @ppidsamarinda mengajak masyarakat untuk merayakan Idul Adha tanpa sampah plastik. Kampanye “Idul Adha 2025, Tanpa Sampah Plastik!” mendorong penggunaan wadah ramah lingkungan seperti daun, besek, atau wadah reusable saat pembagian daging kurban.
Masyarakat juga diimbau menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya, guna mewujudkan kurban yang bersih dan ramah lingkungan.
Antusiasme Pemudik dan Libur Panjang
Idul Adha tahun ini menjadi momen spesial karena bertepatan dengan libur panjang. Berdasarkan SKB 3 Menteri, libur nasional Idul Adha jatuh pada 6 Juni 2025, diikuti cuti bersama pada 9 Juni 2025, menciptakan long weekend hingga empat hari.
Banyak warga Samarinda yang memanfaatkan waktu ini untuk berkumpul dengan keluarga, termasuk para pemudik dari Kalimantan yang tiba di Pelabuhan Nusantara Parepare.
Data menunjukkan 8.683 pemudik tiba hingga 3 Juni 2025, dengan Samarinda menjadi salah satu asal pemudik terbanyak.
Makna Idul Adha: Pengorbanan dan Kebersamaan
Idul Adha tidak hanya tentang ibadah kurban dan shalat Id, tetapi juga mengandung nilai-nilai keikhlasan, pengorbanan, dan solidaritas sosial. Kisah Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan putranya, Nabi Ismail AS, menjadi pengingat akan pentingnya ketaatan kepada Allah SWT. Di Samarinda, semangat berbagi daging kurban kepada fakir miskin dan masyarakat yang membutuhkan menjadi wujud nyata nilai-nilai ini.
Dengan persiapan yang matang, baik secara material maupun spiritual, masyarakat Samarinda siap menyambut Idul Adha 1446 H dengan penuh khusyuk dan kebahagiaan.
Mari wujudkan Hari Raya Idul Adha yang penuh makna, ramah lingkungan, dan mempererat silaturahmi. (*)









