Sigit Wibowo Desak Pemerintah Balikpapan Antisipasi Banjir Akibat Cuaca Ekstrem

Selasa, 1 Juli 2025 - 05:31 WITA
Bagikan:
FOTO: Sigit Wibowo, Anggota Komisi II DPRD Kaltim

Samarinda, Sketsa.id – Sigit Wibowo, Anggota Komisi II DPRD Kaltim, mendesak Pemerintah Kota Balikpapan untuk segera meningkatkan antisipasi terhadap potensi banjir menyusul cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut. Pernyataan ini disampaikannya usai menyaksikan langsung dampak hujan lebat, termasuk sebuah mobil pikap yang terbawa arus di kawasan Batakan.

“Cuaca saat ini sangat buruk dan ekstrem, seperti guncangan saat naik pesawat atau gelombang besar di laut. Pemerintah Kota Balikpapan harus serius mengantisipasi curah hujan tinggi ini,” tegas Sigit Wibowo.

Sigit menekankan perlunya solusi jangka panjang, terutama perbaikan dan pembangunan infrastruktur pengendali banjir. Ia menyoroti beberapa titik rawan:

1. Daerah Manggar: Sigit mengungkapkan permintaan warga selama reses untuk pembuatan sodetan air langsung menuju laut. “Sodetan menuju laut itu diperlukan, beberapa titik malah tidak memilikinya,” jelasnya.

2. Jalan MT Haryono: Meski sudah lebih rapi, kawasan ini masih kerap banjir. Sigit menegaskan, “Saluran yang menuju ke laut di MT Haryono harus diperbesar.”

3. Gunung Samarinda (dekat Terminal) & Makarsari (sekitar Masjid Al-Islamiyah): Sigit menyebut adanya gorong-gorong yang menyempit di Makarsari. “Gorong-gorong yang menyempit di Makarsari itu sedang kita proses penganggarannya bersama teman-teman dewan kota, mudah-mudahan tahun depan bisa dikerjakan,” ujarnya. Saluran air di kawasan ini mengalir ke Puskip.

4. Puskip (sekitar Masjid Baiturrahman): Sigit memperingatkan, “Kampung Puskip akan banjir jika saluran air dari hulu tidak dibuka atau diperbesar.”

Selain memperbesar saluran, Sigit juga mengusulkan pembangunan infrastruktur bawah tanah.

“Di luar negeri seperti Belanda, mereka sudah menggunakan gorong-gorong di dalam tanah untuk saluran air. Itu perlu dipertimbangkan, semacam pembangunan box culvert seperti di Samarinda, tetapi diperbesar,” paparnya.

Tata Ruang dan Sampah Juga Jadi Faktor

Sigit Wibowo juga mengingatkan pentingnya penataan ruang dan pengelolaan sampah. Ia menyoroti eksploitasi lahan untuk perumahan baru.

“Eksploitasi lahan untuk perumahan baru harus dipertimbangkan lagi dalam tata ruang kota, harus sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR),” tegasnya.

Di sisi lain, ia menekankan peran krusial masyarakat dalam mencegah banjir.

“Pemerintah perlu menggalakkan himbauan kepada masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, memisahkan jenis sampah, dan mengelola sampah dengan baik. Program seperti bank sampah yang pernah lebih dulu ada di Balikpapan daripada Samarinda perlu ditingkatkan lagi,” ajaknya.

Koordinasi BMKG untuk Antisipasi Jangka Pendek

Menanggapi solusi jangka pendek, Sigit Wibowo menyetujui pentingnya koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

“BMKG pasti menginformasikan prakiraan cuaca ekstrem. Pemerintah harus segera meneruskan informasi itu ke masyarakat agar tindakan antisipasi bisa dilakukan lebih dini,” tandasnya.

Dengan berbagai tantangan cuaca ekstrem dan kerentanan beberapa titik, Sigit Wibowo berharap langkah antisipasi, baik jangka pendek maupun panjang, segera diimplementasikan secara maksimal oleh Pemerintah Kota Balikpapan untuk melindungi warganya dari ancaman banjir. (ADV/ DPRD Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga