Dunia Roblox: Tempat Bermain, Belajar, atau Justru Berisiko?

Jumat, 8 Agustus 2025 - 04:38 WITA
Bagikan:
Foto: ist

Teknologi, Sketsa.id – Jika Anda memiliki anak atau adik yang masih sekolah, besar kemungkinan mereka pernah bermain Roblox—atau setidaknya mengenal platform game satu ini. Roblox bukan sekadar tempat bermain biasa, ia telah menjadi semacam “dunia virtual” tempat anak-anak bisa menjelajah, membuat game sendiri, bahkan bersosialisasi dengan pemain dari seluruh dunia. Namun, di balik keseruannya, Roblox juga sering menjadi bahan pembicaraan di media, mulai dari pujian atas kreativitasnya hingga laporan tentang risiko yang mungkin dihadapi penggunanya.

Popularitas Roblox memang sulit diabaikan. Dengan lebih dari 200 juta pengguna aktif setiap bulannya, platform ini berhasil menciptakan ekosistem yang memungkinkan siapa pun, termasuk anak-anak, untuk tidak hanya bermain tetapi juga belajar coding dan desain game. BBC pernah menyoroti bagaimana Roblox menjadi wadah bagi banyak developer muda untuk menghasilkan uang dari kreasi mereka. Tapi seperti halnya ruang digital lainnya, di mana ada peluang, ada juga tantangan.

Salah satu isu yang kerap muncul adalah keamanan pengguna, terutama anak-anak. The Guardian, dalam sebuah laporannya, menyebutkan bahwa meskipun Roblox memiliki sistem moderasi, beberapa konten tidak pantas masih bisa lolos dan diakses oleh pemain yang lebih muda. Fitur obrolan dalam game juga menjadi perhatian, karena memungkinkan interaksi dengan orang asing—sebuah risiko yang sering dikhawatirkan orang tua. Belum lagi laporan tentang monetisasi yang dianggap kurang adil bagi developer kecil, seperti diungkapkan dalam investigasi People Make Games.

Roblox sendiri telah mengambil langkah untuk menanggapi berbagai kekhawatiran ini. Mereka memperketat moderasi konten, meningkatkan filter obrolan, dan memperkenalkan kontrol orang tua yang lebih kuat. Tapi pada akhirnya, peran aktif orang tua atau wali tetap penting. Membicarakan keamanan digital dengan anak, memantau aktivitas bermain mereka, dan memastikan pengaturan privasi sudah tepat bisa menjadi langkah awal untuk mengurangi risiko.

Yang menarik, Roblox tidak berhenti sebagai platform game biasa. Mereka mulai merambah ke konsep metaverse, bekerja sama dengan merek-merek besar untuk menciptakan pengalaman virtual yang lebih imersif. CNET melaporkan bahwa perusahaan ini terus berinvestasi dalam teknologi AI untuk mendeteksi konten berbahaya lebih cepat. Pertanyaannya sekarang adalah: apakah inovasi ini akan berjalan seiring dengan peningkatan keamanan pengguna?

Pada akhirnya, Roblox adalah cermin dari bagaimana dunia digital berkembang—menawarkan peluang luar biasa, tapi juga membutuhkan kewaspadaan. Bagi orang tua, ini bukan tentang melarang anak bermain, tapi tentang memastikan mereka bisa menikmati manfaatnya dengan aman. Dan bagi para pemain, ini adalah pengingat bahwa di balik keseruan sebuah game, selalu ada tanggung jawab untuk tetap waspada. (*)

 

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga