Senja Kelam di Samarinda: Aksi Damai Berakhir dalam Kepungan Asap Gas Air Mata

Senin, 1 September 2025 - 13:26 WITA
Bagikan:
Foto : Semprotan gas air mata (dok sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Aksi unjuk rasa yang digelar ribuan mahasiswa dan pengemudi ojek online (ojol) di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Timur pada Senin (1/9/2025) berakhir ricuh. Demonstrasi yang awalnya berlangsung damai sejak pagi, berubah chaos saat massa menolak membubarkan diri hingga sore hari.

Aksi yang dimulai pukul 10.00 WITA itu sempat berjalan tertib. Massa yang terdiri dari mahasiswa berbagai universitas di Kaltim dan para pengemudi ojol berkumpul dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan keadilan atas insiden represif aparat terhadap demonstran dan ojol di tempat lain.

Puncak damai terjadi ketika perwakilan demonstran diterima oleh Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, beserta sejumlah anggota dewan. Dalam pertemuan tersebut, dewan menjanjikan akan menampung dan menyampaikan aspirasi kepada pemerintah serta membahas tuntutan dalam sidang dewan mendatang.

Namun, ketegangan mulai terjadi sekitar pukul 18.00 WITA. Massa yang masih tersisa menolak untuk membubarkan diri dan bersikukuh tetap berada di lokasi. Upaya aparat keamanan untuk mengamankan situasi justru memicu benturan.

Insiden ricuh dimulai dengan aksi saling lempar botol air mineral oleh sebagian massa ke arah gedung DPRD dan aparat yang berjaga. Aparat yang mulai terdesak kemudian melakukan upaya membubarkan paksa.

Polisi akhirnya melepas tembakan gas air mata untuk membubarkan dan memukul mundur massa. Semprotan gas air mata dilakukan ke berbagai arah, menyebabkan kepanikan tidak hanya di kalangan demonstran, tetapi juga warga sekitar yang kebetulan melintas atau berada di dekat lokasi. Suasana menjadi mencekam dengan asap gas memenuhi udara dan banyak orang berlarian mencari tempat aman sambil batuk-batuk.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi secara bertahap mulai dapat dikendalikan, tetapi suasana tegang masih terasa.(*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga