Pakar Terorisme Ulta Levenia Peringatkan Ancaman Intervensi Asing melalui “Color Revolution”

Rabu, 10 September 2025 - 04:37 WITA
Bagikan:
Foto: Ulta Levenia saat jadi narasumber di podcast Deddy Corbuzier (Tangkapan layar).

Jakarta, Sketsa.id – Pakar terorisme Ulta Levenia mengingatkan publik tentang potensi intervensi asing melalui metode “Color Revolution” yang memanfaatkan ketidakpuasan sosial-ekonomi di Indonesia. Dalam wawancara eksklusif dengan Deddy Corbuzier, Selasa (9/9/2025), Ulta menjelaskan bagaimana perasaan ketertinggalan (relative deprivation) dapat disalahgunakan untuk menciptakan instabilitas politik.

“Color Revolution seringkali dimotori oleh kelompok yang merasa terpinggirkan secara ekonomi, dengan menggunakan simbol warna dan narasi ketidakadilan untuk melawan kekuasaan yang sah,” ujar Ulta, mengutip teori Ted Robert Gurr dalam buku “Why Men Rebel”.

Ulta menyoroti gaya hidup mewah pejabat yang kerap dipamerkan di media sosial di tengah tekanan ekonomi masyarakat sebagai contoh nyata yang dapat memicu ketidakpuasan. “Ketika masyarakat membandingkan kehidupan mewah elit dengan kesulitan mereka sendiri, itulah titik rawan yang bisa dimanfaatkan pihak asing,” tegasnya.

Pakar yang dikenal vokal ini juga memperingatkan bahwa Indonesia menjadi target intervensi karena posisi strategisnya dalam geopolitik global.

“Presiden yang menolak tunduk pada tekanan asing akan menjadi sasaran delegitimasi melalui instrumen keresahan rakyat,” jelas Ulta.

Sebagai solusi, Ulta menyerukan peningkatan literasi politik dan berpikir kritis terhadap narasi media.

“Jangan menelan informasi mentah-mentat. Media bisa salah, opini publik bisa dibentuk. Masyarakat harus aktif mencari kebenaran,” pesannya.

Peringatan ini datang di tengah isu reshuffle kabinet dan gejolak politik nasional, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap infiltrasi asing yang berkedok perubahan.(*)

 

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga