Bisnis, Sketsa.id – Pada Rabu, 1 Oktober 2025, harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan mencapai Rp 2.237.000 per gram. Kenaikan Rp 3.000 dari posisi sebelumnya ini semakin mengukuhkan tren bullish yang telah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir.
Perjalanan Kenaikan Harga Emas dari Masa ke Masa
Jika kita menelusuri pergerakan harga emas Antam dalam beberapa tahun terakhir, terlihat pola kenaikan yang cukup konsisten:
-
Oktober 2023: Rp 1.850.000 per gram
-
Januari 2024: Rp 1.920.000 per gram
-
Juni 2024: Rp 2.050.000 per gram
-
September 2024: Rp 2.180.000 per gram
-
Januari 2025: Rp 2.210.000 per gram
Dari data ini terlihat bahwa dalam dua tahun terakhir, harga emas Antam telah mengalami kenaikan lebih dari 20%, dengan akselerasi yang semakin cepat dalam beberapa bulan terakhir.
Faktor Pendukung dan Prediksi ke Depan
Beberapa analis pasar logam mulia memprediksi kenaikan harga emas masih akan berlanjut hingga akhir tahun 2025. “Berdasarkan analisis teknikal dan fundamental, kami memproyeksikan harga emas masih memiliki ruang untuk tumbuh 5-8% dalam enam bulan ke depan,” ungkap David Wilson, analis senior commodities di Capital Economics.
Beberapa faktor yang mendorong kenaikan harga emas antara lain:
-
Ketegangan geopolitik global yang meningkatkan permintaan safe-haven assets
-
Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
-
Tingkat inflasi yang masih berada di atas target bank sentral
-
Kebijakan moneter yang longgar dari berbagai bank sentral dunia
Tips untuk Investor Pemula
Bagi investor yang tertarik masuk ke pasar emas, para ahli menyarankan untuk menggunakan strategi dollar-cost averaging, yaitu berinvestasi secara rutin dengan jumlah tetap setiap bulannya. “Emas sebaiknya menjadi bagian dari portofolio diversifikasi, idealnya 5-10% dari total investasi,” saran Maria Richardson, financial planner dari Wealth Management Institute.
Meskipun tren jangka pendek tampak positif, investor tetap disarankan untuk berhati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan euforia sesaat. Pantau terus perkembangan harga dan konsultasikan dengan ahli keuangan sebelum melakukan investasi besar-besaran. (*)









