Kodaline Pamit Permai: 1 Dekade Menemani, Satu Album Terakhir untuk Selamanya

Jumat, 10 Oktober 2025 - 06:36 WITA
Bagikan:
Foto: Kodaline dengan Album Terakhirnya. (ist)

Dublin, Sketsa.id – Sebuah akhir perjalanan datang dari dunia musik. Kodaline, band rock asal Irlandia yang selama sepuluh tahun menemani hari-hari penggemarnya, memutuskan untuk bubar. Kabar ini diumumkan langsung oleh seluruh personelnya melalui unggahan di akun Instagram @kodaline pada Kamis (9/10/2025).

Dalam video perpisahan yang mengharukan, Steve Garrigan dan kawan-kawan menyampaikan keputusan sulit yang harus diambil. “Hai semuanya, setelah lebih dari satu dekade bersama, kami harus menyampaikan keputusan paling berat – Kodaline akan berpisah. Kami tahu ini mengejutkan, tapi percayalah, ini juga sangat menyedihkan bagi kami,” ujar mereka dengan wajah penuh haru.

Perjalanan band yang bermula dari panggung-panggung kecil di Dublin ini memang layak dicatat. Dari kota kelahirannya, Kodaline berhasil menyentuh hati pendengar di berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia. Lagu-lagu mereka menjadi soundtrack kehidupan banyak orang – dari yang patah hati, berjuang mewujudkan mimpi, hingga merayakan kebahagiaan sederhana.

Sebagai kado perpisahan, kuartet ini memastikan akan memberikan karya terakhir. “Kami akan masuk studio untuk terakhir kalinya. Album kelima akan menjadi rekaman pamungkas kami sebagai Kodaline,” janji mereka. Sebuah hadiah sekaligus kenang-kenangan bagi penggemar yang setia mendampingi perjalanan musik mereka.

Unggahan perpisahan itu langsung disesaki tanggapan haru dari penggemar. @lallaquell berbagi cerita, “Kalian menemani saat aku putus cinta, gagal masuk universitas, hingga ketika mental health-ku drop. Kenapa harus berakhir?” Sementara @rossyyyyyyy0 berkeluh, “Aku bahkan belum sempat menonton konser kalian.” Ratusan komentar lainnya berdatangan, mengungkap rasa terima kasih dan betapa lagu-lagu Kodaline telah menjadi bagian dari hidup mereka.

Selama sepuluh tahun berkarya, Kodaline telah melahirkan banyak lagu yang melekat di hati. Dari “All I Want” yang melankolis, “High Hopes” yang penuh semangat, “Moving On” tentang melepaskan, hingga “The One” tentang cinta sejati. Kini, mereka memilih untuk mengakhiri babak ini dengan album terakhir – sebuah pamitan yang akan dikenang selamanya. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga