Sketsa.id – Kabarnya datang dari seberang selat. Akun media sosial Malaysia @OnefootballM melayangkan sindiran pedas terhadap Timnas Indonesia yang gagal melangkah ke Piala Dunia 2026. Dalam cuitannya, mereka menyoroti dua kegagalan sekaligus: tidak mampu lolos ke Piala Dunia dan belum pernah mencatatkan nama di trofi Piala AFF.
“Piala Dunia gagal lolos, trofi Piala AFF juga tiada,” tulis akun tersebut, mengomentari video parodi yang memperlihatkan Timnas Indonesia kembali masuk dalam sirkel kompetisi AFF.
Meski sindiran itu terasa menyakitkan, jalan panjang masih terbuka untuk Timnas Indonesia. Kegagalan melangkah ke Piala Dunia 2026 bukanlah akhir dari perjalanan. Masih ada sejumlah agenda penting yang menanti di depan mata.
Pada Juli-Agustus 2026, Timnas Indonesia akan turun dalam Piala AFF 2026. Sayangnya, pada ajang ini pemain diaspora seperti Jay Idzes tidak dapat memperkuat tim. Penyebabnya, Piala AFF 2026 tidak termasuk dalam kalender resmi FIFA.
Selanjutnya, pada Januari 2027, Timnas Indonesia akan berlaga di Piala Asia 2027 di Arab Saudi. Berbeda dengan Piala AFF, pada ajang ini Kevin Diks, Jay Idzes, dan pemain diaspora lainnya dapat bergabung dengan skuad Garuda.
Yang paling dekat, pada 10-18 November 2025, ada FIFA Matchday yang dapat dimanfaatkan untuk menjalani dua laga uji coba.
Peluang Lawan Timnas Indonesia pada November 2025
Pada periode November 2025, Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk menjajal kekuatan melawan tim-tim dari berbagai benua. Namun, negara-negara dari Eropa, Afrika, serta Amerika Utara dan Tengah tidak memungkinkan menjadi lawan karena masih berkutat dengan kualifikasi Piala Dunia.
Lantas, siapa saja calon lawan yang memungkinkan? Timnas Indonesia dapat menjajal kekuatan dengan tetangga terdekat seperti Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Pada FIFA Matchday November 2025, tim-tim tersebut hanya dijadwalkan menjalani satu pertandingan dalam lanjutan Kualifikasi Piala Asia 2027.
Tim-tim Asia yang sudah memastikan tiket ke Piala Dunia 2026 seperti Korea Selatan, Yordania, Uzbekistan, hingga Jepang juga dapat menjadi target pertandingan. Bahkan, tim-tim top dunia seperti Brasil atau Argentina juga terbuka menjadi lawan, mengingat mereka belum memiliki agenda pertandingan pada periode tersebut.
Sindiran dari Malaysia ini seharusnya dapat menjadi cambuk untuk membangkitkan motivasi Timnas Indonesia. Dengan berbagai agenda yang menanti, prestasi nyata di lapangan hijau akan menjadi jawaban terbaik atas segala cibiran. (*)









