Viral Kepsek Dicopot: Tips Parenting Disiplin Anak

Kamis, 16 Oktober 2025 - 03:50 WITA
Bagikan:
Foto: ilustrasi KTR (ist)

Jakarta, Sketsa.id – Kegaduhan di SMAN 1 Cimarga, Lebak, Banten, baru-baru ini mencuri perhatian: Kepala Sekolah Dini Fitria dinonaktifkan setelah menampar siswa yang ketahuan merokok. Peristiwa ini memicu mogok belajar 630 siswa dan ramai dibahas di X. Pelajaran parenting apa yang bisa diambil? Berikut kronologi singkat dan tips disiplin anak.

Pada 10 Oktober 2025, saat “Jumat Bersih“, seorang siswa kelas 12, ILP (17), kedapatan merokok di dekat sekolah. Ketika ditegur Dini, siswa itu menolak mengaku. Dalam keadaan emosi, Dini menampar pelan sebagai teguran. Orang tua ILP melapor ke polisi, siswa mogok belajar, dan Dini dinonaktifkan sementara pada 14 Oktober oleh Pemprov Banten. Banyak warganet di X membela Dini, merujuk aturan Kawasan Tanpa Rokok (Permendikbud No. 64/2015). Kini, Dini telah diaktifkan kembali setelah situasi mereda.

Lebih dari sekadar tamparan, kasus ini mencerminkan tantangan disiplin di sekolah. Merokok di usia remaja dapat merusak kesehatan dan meningkatkan risiko kecanduan, tetapi tindakan fisik guru juga dianggap keliru. Peran orang tua sangat penting untuk mencegah konflik serupa melalui disiplin positif. Berikut tips yang bisa diterapkan:

1. Diskusi tentang bahaya rokok dan aturan sekolah dapat dilakukan secara santai, dengan penjelasan dampaknya pada kesehatan dan masa depan, seperti risiko penyakit paru atau sanksi hukum.

2. Kerja sama dengan guru dapat dibangun dengan mendengar versi sekolah terlebih dahulu jika anak ditegur, lalu memediasi lewat BK, bukan langsung melapor ke polisi.

3. Aturan jelas di rumah dapat diterapkan dengan konsekuensi logis, seperti mengurangi waktu penggunaan gadget jika anak melanggar, agar tanggung jawab terlatih.

4. Lingkungan pertemanan dan aktivitas di media sosial anak dapat dipantau untuk mencegah pengaruh negatif, seperti ikut-ikutan aksi mogok belajar.

5. Program anti-rokok sekolah dapat didukung, dan jika anak melanggar, sikapnya dapat diperbaiki tanpa menyalahkan guru.

6. Pengendalian diri anak dapat dilatih melalui teknik sederhana, seperti tarik napas dalam saat emosi, untuk menghindari sikap membantah guru.

7. Contoh disiplin dari orang tua, seperti taat aturan atau tepat waktu, dapat ditunjukkan, karena anak cenderung meniru menurut studi psikologi.

8. Puji syukur dapat diberikan saat anak mematuhi aturan, seperti ucapan sederhana, “Pilihan sehatmu luar biasa!”. Penguatan positif terbukti 30% lebih efektif ketimbang hukuman, menurut penelitian Kemenkes RI.

Kasus Dini Fitria menjadi pengingat bahwa disiplin positif dari rumah membantu anak memahami aturan sekolah tanpa konflik. Dukungan pada anak diberikan saat mereka benar, dan pendidikan tanggung jawab ditekankan saat mereka salah, agar sekolah tetap menjadi tempat pembentukan karakter.(*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga