Sketsa.id – Setiap akhir Oktober, dunia berpesta dalam lautan kostum hantu, vampir, dan zombie. Tapi tahukah Anda bahwa di balik kemeriahan Halloween modern tersembunyi perjalanan sejarah panjang yang bermula dari ritual kuno suku Celtic lebih dari 2.000 tahun silam? Inilah kisah transformasi menakjubkan yang membawa kita dari api suci Samhain hingga pesta global seperti sekarang.
Asal-usul dalam Api Samhain
Halloween berawal dari festival Samhain yang dirayakan suku Celtic di Irlandia, Inggris, dan Prancis utara. Pada malam 31 Oktober, mereka percaya batas antara dunia nyata dan alam roh menipis, memungkinkan arwah leluhur dan hantu jahat berkeliaran di bumi.
“Api unggun besar dinyalakan sebagai perlindungan, sementara penduduk mengenakan kostum dari kulit binatang agar tak dikenali roh jahat,” tulis sejarawan Nicholas Rogers dalam “Halloween: From Pagan Ritual to Party Night“.
Transformasi oleh Romawi dan Kristen
Ketika Romawi menaklukkan wilayah Celtic pada abad ke-1 M, Samhain bercampur dengan festival Feralia dan perayaan dewi Pomona. Pengaruh Kristen kemudian mengubahnya menjadi All Hallows’ Eve – malam sebelum Hari Semua Orang Kudus pada 1 November.
“Gereja berusaha ‘menggantikan’ ritual pagan dengan perayaan Kristen, tapi banyak tradisi kuno tetap bertahan,” jelas Prof. Lisa Morton, penulis “Trick or Treat: A History of Halloween“.
Labu, Permen, dan Penyebaran ke Amerika
Gelombang imigran Irlandia abad ke-19 membawa tradisi Halloween ke Amerika. Jack-o’-lantern yang awalnya dari lobak, beralih ke labu yang lebih mudah ditemui. Tradisi trick-or-treat berkembang dari kebiasaan “souling” di Inggris abad pertengahan, dimana orang miskin meminta kue dengan berdoa untuk arwah.
Fenomena Global di Era Modern
Dari Amerika, Halloween menyebar ke seluruh dunia melalui film, media sosial, dan globalisasi. Di Indonesia, meski bukan hari libur, pusat perbelanjaan dan komunitas rutin menggelar pesta kostum setiap Oktober.
“Halloween modern menghabiskan miliaran dolar setahun, tapi intinya tetap sama: merayakan kehidupan dengan menghadapi ketakutan,” tambah Morton.
Dari ritual panen Celtic hingga pesta global, Halloween membuktikan kemampuannya beradaptasi melalui zaman – selalu menghubungkan kita dengan warisan kuno di balik tawa dan teror yang menyenangkan. (*)









