Walikota Samarinda Tegaskan Hukum sebagai Benteng Lawan Hoaks dan Fitnah Digital

Sabtu, 8 November 2025 - 08:17 WITA
Bagikan:
Foto : Walikota Samarinda, Andi Harun (ist)

Samarinda, Sketsa.id – Di tengah maraknya penyebaran informasi palsu di era digital, Walikota Samarinda Dr. H. Andi Harun menegaskan pentingnya penegakan hukum yang adil untuk melindungi masyarakat dari hoaks dan fitnah. Pernyataan ini disampaikan dalam rangkaian acara Pameran Kesehatan “Samarinda Sehat” yang baru saja digelar, di mana isu jurnalisme bertanggung jawab menjadi salah satu sorotan utama.

Dalam kutipannya yang viral di media sosial, Andi Harun menyatakan, “Tak seorang pun pelaku tindak pidana boleh berlindung di balik diksi ‘diduga’ atau ‘tameng’ imunitas pers bila narasi yang disebarkan bukan produk jurnalistik dan tak berbasis fakta.” Ia menambahkan bahwa hukum bukan hanya instrumen pencegah korupsi, tetapi juga alat penegak keadilan yang mampu memberantas penyembar fitnah dan hoaks yang kerap bersembunyi di balik kebebasan berekspresi tanpa verifikasi dan etika jurnalistik.

Pernyataan ini muncul sebagai respons terhadap semakin kompleksnya tantangan informasi di masyarakat. Andi Harun, yang dikenal sebagai pemimpin yang vokal dalam isu tata kelola pemerintahan, menekankan bahwa kebebasan pers harus diimbangi dengan tanggung jawab. “Hukum yang adil adalah pondasi untuk membangun masyarakat yang sehat, baik secara fisik maupun informasi,” ujarnya, seperti yang tertera dalam postingan resmi akun Instagram Pemerintah Kota Samarinda.

Salah satu inisiatif yang disorot adalah proyek “Pro-Bebaya: Kolaborasi Warga, Fakta tanpa Fitnah Digital”. Proyek ini bertujuan untuk membekali masyarakat dengan kemampuan membedakan fakta dari hoaks, melalui kolaborasi antara pemerintah, jurnalis, dan warga biasa.

“Tuduhannya sangat serius, sementara sangat terang dapat didebatkan produk media jurnalistik atau citizen journalist keduanya basisnya fakta, kalau tidak berbasis fakta maka itu berita bohong/hoaks yang mengandung delik pidana,” tambah Andi Harun dalam keterangan lanjutan. Ia mengajak seluruh pihak untuk lebih hati-hati dalam menyebarkan informasi, terutama di platform digital yang mudah diakses siapa saja.

Reaksi warga terhadap pernyataan ini pun beragam. Di media sosial, postingan tersebut telah mendapat ratusan like dan komentar, dengan banyak netizen yang mendukung langkah tegas melawan hoaks. “Ini penting banget di zaman sekarang, biar gak gampang termakan berita palsu,” tulis salah satu pengguna Instagram.

Pemerintah Kota Samarinda melalui situs resminya, www.samarindakota.go.id, juga mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam proyek ini. Dengan pendekatan kolaboratif, diharapkan Samarinda bisa menjadi contoh kota yang aman dari ancaman fitnah digital, sekaligus mempromosikan gaya hidup sehat secara holistik.(*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga