Gelar Pahlawan Nasional untuk Marsinah: Sebuah Kemenangan Setelah 32 Tahun Perjuangan

Rabu, 12 November 2025 - 05:13 WITA
Bagikan:
Foto: ist

Jakarta, Sketsa.id – Tangis haru Wijiati pecah di Istana Negara. Di depan Presiden Prabowo Subianto dan tamu undangan, ia tak kuasa menahan air mata ketika nama kakaknya, Marsinah, disebut sebagai penerima gelar Pahlawan Nasional. Bersama kakak mereka, Marsini, mereka menjadi ahli waris yang menerima penghargaan tertinggi negara itu pada peringatan Hari Pahlawan, Senin (10/11/2025).

“Alhamdulillah akhirnya menjadi kenyataan,” ujar Jumhur Hidayat, Ketua Umum DPP KSPSI, “Perjuangan Marsinah yang juga anggota SPSI di PT CPS Porong Sidoarjo akhirnya diakui sebagai perjuangan yang benar dan mulia.”.

Perjuangan yang Berakhir Tragis

Marsinah, aktivis buruh perempuan di PT Catur Putra Surya (CPS) Porong Sidoarjo, tewas dalam kondisi mengenaskan pada Mei 1993. Setelah memimpin aksi protes menuntut hak buruh, ia hilang selama tiga hari sebelum jasadnya ditemukan di hutan Wilangan, Nganjuk, dengan tanda-tanda siksaan berat.

Menurut Muhaji, Ketua DPD LEM KSPSI Jawa Timur, Marsinah dikenal sebagai aktivis yang berani menyuarakan keadilan. “Walau hanya anggota biasa, Marsinah bersuara lantang dan berhasil menggalang solidaritas buruh,” kenang Muhaji.

Kasus kematian Marsinah kemudian menjadi perhatian internasional dan tercatat dalam Organisasi Buruh Internasional (ILO) sebagai kasus 1773. Selama 32 tahun, keluarga dan para aktivis terus memperjuangkan keadilan untuk Marsinah.

Pengakuan yang Mengharukan

Dalam prosesi penerimaan gelar, Wijiati tak bisa menyembunyikan emosinya. Usai memberikan keterangan pers, ia berpaling dan mencium foto kakaknya yang dibawa dalam bingkai. Sebuah gesture sederhana yang menyimpan ribuan kenangan dan perjuangan panjang.

Marsini, kakak Marsinah, menyampaikan pesan singkat namun penuh makna: “Saya mohon mulai sekarang, teman-teman tetaplah berjuang.”

Penganugerahan ini berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 116/TK/Tahun 2025 yang ditetapkan pada 6 November 2025. Marsinah termasuk dalam 10 tokoh yang mendapat gelar Pahlawan Nasional, bersama mantan Presiden Soeharto dan Gus Dur..

Warisan yang Abadi

Meski PT CPS di Porong Sidoarjo telah tutup akibat bencana Lumpur Lapindo, semangat perjuangan Marsinah terus hidup. Pengurus Unit Kerja Serikat yang dulu dibelanya kini menjadi bagian dari Federasi Serikat Pekerja LEM KSPSI.

Jumhur mengungkapkan, perjuangan para aktivis buruh di era itu tidak mudah. “Beberapa pengurus SPSI di berbagai daerah ada yang keluar masuk tahanan, bahkan sampai direndam di air berlintah,” tuturnya.

Kini, 32 tahun setelah kematian tragisnya, Marsinah akhirnya mendapat pengakuan yang layak. Bukan hanya sebagai korban, tetapi sebagai pahlawan yang berani memperjuangkan keadilan untuk sesama. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga