Realisasi Internet Desa Kaltim Tembus 80%, Sisanya Hadapi Tantangan Geografis Ekstrem

Selasa, 18 November 2025 - 06:46 WITA
Bagikan:
Foto : Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kaltim, Muhammad Faisal

Samarinda – Program Internet Desa di Kalimantan Timur menunjukkan progres signifikan. Hingga November 2025, Dinas Kominfo Kaltim berhasil memasang jaringan internet di 672 desa dari total 841 desa, atau mencapai realisasi 80%.

Muhammad Faisal, Kepala Dinas Kominfo Kaltim, mengungkapkan 169 desa sisanya merupakan wilayah dengan tantangan terberat. “Yang tersisa ini lokasi-lokasi paling sulit. Dari 169 desa, target sesungguhnya hanya 40-an desa karena ada penyesuaian target menjadi 125 desa,” jelasnya, Selasa (18/11/2025).

Hadapi Kendala Geografis Ekstrem

Faisal menegaskan kendala utama bukan lagi anggaran, melainkan kondisi geografis dan infrastruktur dasar. “Anggaran sudah tersedia, tapi yang tersisa ini benar-benar wilayah terpencil. Ada yang tidak terjangkau fiber optik sehingga harus pakai satelit, bahkan yang lebih parah sama sekali belum ada listrik,” paparnya.

Kondisi ini memaksa Kominfo Kaltim berinovasi. Untuk desa tanpa akses listrik, pemasangan internet mustahil dilakukan tanpa solusi energi terlebih dahulu. “Ini menjadi PR besar. Tahun depan kami harus koordinasi dengan Dinas ESDM untuk opsi tenaga surya. Kami tidak mungkin mengadakan listrik sendiri,” tegas Faisal.

Peta Sebaran dan Pencapaian Wilayah

Berdasarkan data penyedia layanan:

  • Telkomsel Indihome: 152 desa
  • Telkom WMS: 147 desa
  • Telkomsel Orbit: 131 desa
  • Telkomsat Starlink: 78 desa
  • Comtelindo: 84 desa
  • Icon+ I-Win: 48 desa
  • Bestcamp Starlink: 32 desa

Sementara pencapaian per kabupaten:

  • Kutai Kartanegara: 187/193 desa
  • Kutai Timur: 135/139 desa
  • Berau: 96/100 desa
  • Paser: 103/139 desa
  • Kutai Barat: 102/190 desa
  • Penajam Paser Utara: 29/30 desa
  • Mahakam Ulu: 20/50 desa

Anggaran Tahap Akhir Tidak Signifikan

Untuk penyelesaian tahap akhir, Faisal menyebut kebutuhan anggaran tambahan relatif kecil. “Dana perubahan hanya sekitar Rp2-3 miliar lagi, karena hanya untuk sisa beberapa desa dan biaya berlangganan dua bulan terakhir. Yang justru besar adalah biaya bulanan berlangganannya,” ungkapnya.

Dengan realisasi 80% ini, Pempov Kaltim terus berupaya menuntaskan program prioritas tersebut, meski harus berhadapan dengan tantangan geografis paling kompleks di wilayah tersisa. (cc/Adv/Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga