Samarinda, Sketsa.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kaltim, Darlis Pattalongi, menegaskan komitmen penuh dewan untuk mengawal implementasi program Gratispol Pendidikan. Program prioritas Gubernur Rudy Mas’ud dan Wagub Seno Aji ini dinilai sebagai langkah strategis dalam menjawab tantangan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
“Kami akan mengawal program Gratispol hingga 100 persen. Ini bukan sekadar bantuan biaya pendidikan, tapi investasi jangka panjang untuk masa depan Kaltim,” tegas Darlis dalam Diskusi Publik di Temindung Creative Hub Samarinda, Kamis (20/11/2025).
Politisi PAN ini menyoroti beberapa indikator yang menunjukkan perlunya peningkatan kualitas SDM Kaltim. Mulai dari dominasi tenaga kerja migran, penguasaan sektor usaha oleh pelaku dari luar daerah, hingga terbatasnya peran masyarakat lokal di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Banyak warga sekitar IKN yang hanya bekerja sebagai tenaga keamanan. Ini menunjukkan kita perlu serius membenahi kualitas SDM,” ujarnya.
Darlis menekankan, pendidikan memiliki peran multifungsi yang mencakup aspek ekonomi, sosial-budaya, dan politik. Negara-negara maju seperti Singapura, Jepang, dan Korea menurutnya menjadi bukti bahwa kualitas SDM lebih menentukan daripada kekayaan sumber daya alam.
“Investasi pendidikan memberikan rate of return yang tinggi. Hasilnya jauh lebih besar daripada biaya yang dikeluarkan,” jelasnya.
Pengawasan program Gratispol akan dilakukan secara komprehensif, mencakup evaluasi dinas terkait, pengawasan anggaran, dan sinkronisasi program. Darlis juga menekankan pentingnya memperhatikan lima pilar penunjang keberhasilan pendidikan.
“Pembiayaan saja tidak cukup. Kita perlu perhatikan kurikulum yang relevan, sarana-prasarana, kesejahteraan guru, dan aksesibilitas pendidikan,” paparnya.
Ia mengingatkan bahwa banyak sekolah di daerah yang masih membutuhkan perbaikan infrastruktur. Akses fisik menuju perguruan tinggi bagi masyarakat pedalaman dan pesisir juga perlu menjadi perhatian khusus.
“Biaya perjalanan dan tinggal selama kuliah masih menjadi hambatan. Ini yang perlu kita carikan solusi bersama,” pungkas Darlis. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









