Diskominfo Kaltim Bentuk Generasi Cerdas Digital lewat Sosialisasi Anti Hoax di SMKN 8 Samarinda

Senin, 24 November 2025 - 06:53 WITA
Bagikan:
Foto : Narasumber beri arahan terkait sosialisasi anti hoaks dan pornografi ke sejumlah pelajar di SMKN 8 Samarinda

Samarinda, Sketsa.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Timur memperkuat literasi digital di kalangan pelajar melalui Sosialisasi Anti Hoax dan Konten Pornografi di SMK Negeri 8 Samarinda Seberang. Kegiatan ini menjadi langkah strategis mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital.

Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini, menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dengan dunia pendidikan. “Anti hoax dan pornografi harus kita perangi bersama. Kami wajib bekerja sama dengan sekolah untuk memastikan siswa memahami ancaman ini,” ujarnya, Senin (24/11/2025).

Sosialisasi yang diikuti perwakilan siswa dari setiap kelas ini menghadirkan dua narasumber kompeten: Kasi Humas Polresta Samarinda Ipda Hari Novy Setiawan dan Penelaah Teknis Kebijakan Diskominfo Kaltim Dafa Ezra Hafasy. Materi yang diberikan mencakup teknik identifikasi hoax, bahaya konten pornografi, dan tips bermedia digital yang aman.

Wakil Kepala Sekolah Bidang SDM SMKN 8 Samarinda, Fauziatul Ifa, berharap peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungannya. “Anak-anak yang hadir diharapkan dapat menyampaikan kembali ilmu yang diperoleh kepada teman-teman lain. Literasi digital perlu disebarluaskan,” katanya.

Fauziatul mengingatkan karakteristik hoax yang biasanya dikemas sensasional dan provokatif. “Hati-hati dengan berita geger. Itu biasanya indikasi hoax. Lakukan tabayyun sebelum menyebarkan informasi,” pesannya.

Kegiatan ini sejalan dengan implementasi Permenkominfo Nomor 4 Tahun 2024 tentang kemitraan pemerintah dan lembaga pendidikan dalam penguatan literasi digital. Diskominfo Kaltim berkomitmen terus memperluas jangkauan sosialisasi ke sekolah-sekolah lain di wilayah Bumi Etam. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga