Tenggarong, Sketsa.id – Keberhasilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dalam membangun infrastruktur jalan mulai dirasakan dampak positifnya oleh berbagai kalangan, termasuk para pengurus Nahdlatul Ulama. Kemajuan ini secara nyata mempermudah aktivitas dakwah hingga ke pelosok daerah.
KH Muhammad Askin, Ketua PCNU Kukar, berbagi cerita tentang pengalamannya saat melakukan konsolidasi dan pembinaan ke wilayah pedalaman. Menurutnya, kondisi geografis Kukar yang luas menuntut waktu perjalanan yang tidak sebentar.
“Dulu, untuk konsolidasi atau turun ke bawah (turba) ke daerah Ulu seperti Tabang, Kembang Janggut, atau Kenohan, paling tidak kami harus bermalam satu atau dua hari,” kenang KH Askin dalam acara Pelantikan Pengurus PCNU Kukar di Pendopo Odah Etam, Rabu malam.
Namun kini, kondisi tersebut sudah berubah. Berkat program jalan mantap yang telah mencapai 85 persen semenisasi, waktu tempuh perjalanan yang sebelumnya memakan waktu 8-9 jam, bisa dipangkas menjadi 6-7 jam.
“Alhamdulillah, perjalanan bisa dipangkas dua jam lebih. Kami sampaikan terima kasih kepada Bapak Bupati,” ujar KH Askin yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.
Meski demikian, masih ada beberapa ruas jalan yang membutuhkan perhatian lebih. KH Askin menyebut akses menuju Muara Wis yang masih dikenal sebagai ‘jalan kuda-kudaan’ karena permukaannya yang bergelombang dan berlubang.
“Ketika ada yang menelpon, ‘Pak Ketua sudah sampai jalan kuda-kudaan’, saya sempat bingung. Ternyata beberapa kilometer jalan menuju Muara Wis masih berlubang sehingga terasa seperti naik kuda,” ceritanya yang disambut tawa.
Pengalaman unik bahkan sempat dialami salah satu anggota Banser yang terpental ke atap mobil karena guncangan yang keras. “Alhamdulillah semuanya selamat. Kami yakin dalam waktu tidak lama, jalan itu akan tuntas. Saat safari subuh dengan Bapak Bupati, dijanjikan tahun 2026 akan selesai,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Aulia Rahman Basri tak hanya memastikan penyelesaian jalan, tetapi juga berkomitmen memberikan dukungan operasional. “Tadi Pak Ketua bilang jalannya sudah bagis tapi kendaraannya susah. Insyaallah tahun depan kita bantu kendaraan operasional untuk PCNU,” tegas Bupati yang langsung meminta Kabag Kesra mencatat arahan tersebut.
Bupati menilai NU memiliki peran strategis dalam menjaga kerukunan dan memberdayakan masyarakat, sehingga layak didukung penuh oleh pemerintah daerah.
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza, menyatakan bahwa dukungan untuk PCNU Kukar selama ini telah berjalan melalui skema belanja hibah. “Untuk pengadaan mobil operasional nantinya akan dibahas di tingkat pimpinan. PCNU Kukar sudah mendapatkan bantuan hibah dari Pemkab Kukar,” tutupnya. (Cc/Adv/Diskominfo Kkukar)









