Etam Mengaji: Komitmen Kukar Bentuk Aparatur Berakhlak dan Beretika

Sabtu, 8 November 2025 - 16:35 WITA
Bagikan:
Foto: Para aparatur baru Kukar berkomitmen menjaga akhlak dan moralitas melalui program Etam Mengaji.

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Program Gerakan Etam Mengaji (Gema) menjadi landasan penting dalam pembentukan karakter aparatur di Kutai Kartanegara. Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin menekankan komitmennya menjadikan program ini sebagai pondasi pembentukan aparatur yang amanah, beretika, dan berorientasi pelayanan.

“Program gerakan Etam Mengaji dapat terus dijaga. Kita berharap berkah dan rahmat Allah diturunkan ke Kukar, APBD kita kembali jaya, sehingga kita bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” ujar Bupati Aulia pada pelantikan P3K, Jumat (31/10).

Program yang telah berjalan beberapa tahun ini diwajibkan bagi seluruh ASN dan P3K sesuai keyakinan masing-masing. “Sebelum dilantik, yang Muslim kita minta mengaji, yang Kristen membaca Alkitab, yang Hindu membaca kitab suci mereka. Keagamaan dan pemerintahan saling mendukung,” jelas Bupati.

Bukan hanya P3K, pejabat yang akan naik jabatan juga diwajibkan menunjukkan kemampuan membaca kitab suci sesuai agama masing-masing sebagai bentuk kedisiplinan moral.

Mario Henly (25), tenaga administrasi SDN 007 Tenggarong, mengapresiasi program ini. “Programnya bagus sekali. Tapi saya mohon khusus yang belum bisa mengaji, mohon arahan lagi Pak Bupati, masih banyak yang belum bisa,” ujarnya.

Lisa Wijaya (41), P3K yang bertugas di Kecamatan Tabang, mendukung penuh program Etam Mengaji. “Bagus sekali, kita jadi bisa ingat lagi norma agama,” kata Lisa yang telah mengabdi hampir dua dekade.

Yuniar (35) dari BPBD Kukar juga menyampaikan komitmennya. “Program Etam Mengaji sangat bagus, kami lanjutkan,” tegasnya.

Melalui program ini, Pemkab Kukar berkomitmen membentuk aparatur yang tidak hanya profesional dalam pelayanan, tetapi juga memiliki landasan spiritual dan moral yang kuat. (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga