Samarinda, Sketsa.id – Bagi Ahmad Alif Rozan, mahasiswa Politeknik Samarinda jurusan Bisnis Digital, Program GratisPOL dari Pemprov Kaltim memiliki makna lebih dalam dari sekadar bantuan finansial. Meski berasal dari keluarga berkecukupan, program ini tetap memberinya rasa aman dan dorongan untuk mandiri.
“Keluarga saya alhamdulillah cukup, tapi GratisPOL memberi ketenangan ekstra. Kita tidak pernah tahu kondisi ekonomi bisa berubah kapan saja,” ujar Alif saat dikonfirmasi media beberapa waktu lalu.
Mahasiswa penerima beasiswa ini menekankan bahwa anak dari keluarga mampu tidak selalu hidup bergantung pada orang tua. Justru, banyak yang termotivasi untuk mandiri sejak dini.
“Saya termasuk yang ingin mandiri, meringankan beban orang tua sekalipun mereka mampu. GratisPOL membantu saya mewujudkan itu,” jelasnya.
Menurut Alif, program ini perlu dipertahankan dengan penyesuaian alokasi dana. Ia mengusulkan porsi lebih besar untuk mahasiswa dengan kebutuhan ekonomi lebih mendesak, namun dengan pengawasan ketat agar bantuan tepat sasaran.
“Harapannya, program ini terus berjalan dengan pengawasan yang baik. Bantuan harus benar-benar digunakan untuk kepentingan pendidikan,” tambahnya. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









