Samarinda, Sketsa.id – Bagi Ataka, mahasiswa STMIK Borneo Internasional yang harus membagi waktu antara kuliah dan bekerja, Program GratisPOL menjadi penopang penting dalam perjalanan akademiknya. Bantuan ini meringankan beban biaya pendidikan sehingga ia bisa lebih fokus mengejar impian.
“Program ini sangat membantu kebutuhan pendidikan saya. UKT yang sebelumnya memberatkan sekarang tidak lagi jadi masalah,” ujar Ataka.
Sebagai anak dari pasangan guru dan PNS dengan tiga saudara, bantuan ini turut meringankan beban ekonomi keluarga. Orang tuanya kini tidak perlu pusing memikirkan biaya kuliah, sehingga penghasilan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya.
“Dengan GratisPOL menanggung biaya kuliah, gaji kerja saya bisa untuk biaya hidup sehari-hari. Sistemnya saling melengkapi,” jelas mahasiswa yang tetap semangat menjalani dua peran sekaligus ini.
Motivasi Ataka untuk menyelesaikan studi tepat waktu semakin kuat. Ia meyakini bahwa kesempatan pendidikan tidak boleh disia-siakan, apalagi ketika sudah mendapat dukungan dari program pemerintah.
Ke depan, ia berharap GratisPOL terus berkelanjutan agar semakin banyak pemuda Kaltim yang terbantu menyelesaikan pendidikannya.
“Semoga program ini tetap ada dan membantu generasi muda lain yang punya semangat belajar tinggi seperti saya,” harap Ataka. (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









