Samarinda, Sketsa.id– Komunitas Informasi Masyarakat (KIM) Mangun Karya dari Desa Bangun Mulya, Penajam Paser Utara, berhasil mengharumkan nama Kalimantan Timur. Komunitas ini meraih gelar juara utama bidang literasi digital pada ajang KIM Fest 2025 di Tangerang.
Keberhasilan ini diraih melalui inovasi komunikasi sederhana namun efektif. KIM Mangun Karya menghidupkan kembali radio amatir yang terhubung dengan pengeras suara masjid, serta merancang sistem quick count mandiri untuk pemilihan kepala desa.
“Inovasi mereka sederhana tapi tepat sasaran. Radio desa tersambung ke toa masjid, sekali siaran satu desa bisa mendengar. Ini sesuai dengan budaya masyarakat setempat,” ujar Kabid Informasi Komunikasi Publik Diskominfo Kaltim, Irene Yuriantini.
Menurut Irene, keberhasilan ini membuktikan literasi digital tidak harus menggunakan teknologi canggih. Pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari justru lebih efektif, terutama di daerah dengan koneksi internet terbatas.
Sistem quick count buatan komunitas ini menjadi salah satu faktor penilaian tertinggi. Sistem yang dikembangkan mandiri ini terbukti akurat dan dipercaya masyarakat saat digunakan dalam pemilihan kepala desa.
“Quick count mereka rakit sendiri dan digunakan sungguhan saat pilkades. Ini bukti kreativitas dan kemampuan teknis yang luar biasa dari komunitas desa,” tambah Awang Fauzan Rahman dari Diskominfo Kaltim.
Saat ini terdapat sekitar 30 KIM resmi di Kaltim yang terdaftar di platform nasional. Keberhasilan Mangun Karya diharapkan menjadi inspirasi bagi komunitas serupa untuk terus berinovasi dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat.(Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









