Industri Hijau Kutai Kartanegara 2025: Siap Jadi Penyangga IKN

Rabu, 19 November 2025 - 04:46 WITA
Bagikan:
Foto: Desain Infografis Sketsa.id

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur menargetkan tahun 2025 menjadi pusat industri rendah karbon penyangga IKN melalui 5 program inti:

  1. Kawasan Industri Penyangga IKN (KIPI) Maloy – Muara Jawa Tahap I
    • Luas tahap I: ±2.500 ha
    • Fokus: Smelter hijau tembaga & aluminium, pabrik baterai EV, green ammonia
    • Target operasional: Q4 2025
    • Investor utama: Konsorsium China (Tsingshan, CATL dll) + BUMN Indonesia (Sumber: BKPM & Pemkab Kukar, November 2025)
  2. Program 1.000 UMKM Hijau Kukar
    • Sertifikasi Green Industry Standard (GIS) gratis
    • Contoh: Pengolahan ikan tanpa limbah, kerajinan rotan zero waste, kemasan ramah lingkungan
    • Fasilitas KUR hijau bunga 0–2% tahun pertama (Sumber: Dinas Koperasi & UKM Kukar 2025)
  3. Pusat Energi Terbarukan & Hidrogen Hijau
    • PLTS terapung Danau Semayang 50 MW + pilot project hidrogen hijau 5 MW di Muara Badak
    • Kerja sama: Pertamina New Renewable Energy & PLN Nusantara Power (Sumber: PLN NP & Pertamina NRE, September 2025)
  4. Kawasan Industri Kecil Mandiri (KIK) Berbasis Desa
    • Target 2025: 18 KIK di 18 kecamatan (contoh: pengolahan kelapa terpadu di Sangasanga, kopi di Kenohan)
    • Setiap KIK wajib ciptakan minimal 500 lapangan kerja lokal (Sumber: Dinas Perindustrian Kukar 2025)
  5. Karbon Trading & Bursa Karbon Kukar
    • Kukar jadi kabupaten pertama di Kaltim yang ikut Bursa Karbon Indonesia (ICDX)
    • Target penjualan 500.000 ton CO₂e dari hutan desa & mangrove tahun 2025 (Sumber: ICDX & Dinas Lingkungan Hidup Kukar, Oktober 2025)

Target Dampak 2025 (resmi Pemkab Kukar):

Emisi karbon netral untuk semua industri baru yang masuk 2025

Pertumbuhan ekonomi sektor industri 12–14% (tertinggi se-Kaltim)

Kontribusi Kukar ke tenaga kerja IKN: 25% (±50.000 orang). (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)

Bagikan:
Infografik lainnya
Berita Terbaru

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga