Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur menargetkan tahun 2025 menjadi pusat industri rendah karbon penyangga IKN melalui 5 program inti:
- Kawasan Industri Penyangga IKN (KIPI) Maloy – Muara Jawa Tahap I
- Luas tahap I: ±2.500 ha
- Fokus: Smelter hijau tembaga & aluminium, pabrik baterai EV, green ammonia
- Target operasional: Q4 2025
- Investor utama: Konsorsium China (Tsingshan, CATL dll) + BUMN Indonesia (Sumber: BKPM & Pemkab Kukar, November 2025)
- Program 1.000 UMKM Hijau Kukar
- Sertifikasi Green Industry Standard (GIS) gratis
- Contoh: Pengolahan ikan tanpa limbah, kerajinan rotan zero waste, kemasan ramah lingkungan
- Fasilitas KUR hijau bunga 0–2% tahun pertama (Sumber: Dinas Koperasi & UKM Kukar 2025)
- Pusat Energi Terbarukan & Hidrogen Hijau
- PLTS terapung Danau Semayang 50 MW + pilot project hidrogen hijau 5 MW di Muara Badak
- Kerja sama: Pertamina New Renewable Energy & PLN Nusantara Power (Sumber: PLN NP & Pertamina NRE, September 2025)
- Kawasan Industri Kecil Mandiri (KIK) Berbasis Desa
- Target 2025: 18 KIK di 18 kecamatan (contoh: pengolahan kelapa terpadu di Sangasanga, kopi di Kenohan)
- Setiap KIK wajib ciptakan minimal 500 lapangan kerja lokal (Sumber: Dinas Perindustrian Kukar 2025)
- Karbon Trading & Bursa Karbon Kukar
- Kukar jadi kabupaten pertama di Kaltim yang ikut Bursa Karbon Indonesia (ICDX)
- Target penjualan 500.000 ton CO₂e dari hutan desa & mangrove tahun 2025 (Sumber: ICDX & Dinas Lingkungan Hidup Kukar, Oktober 2025)
Target Dampak 2025 (resmi Pemkab Kukar):
Emisi karbon netral untuk semua industri baru yang masuk 2025
Pertumbuhan ekonomi sektor industri 12–14% (tertinggi se-Kaltim)
Kontribusi Kukar ke tenaga kerja IKN: 25% (±50.000 orang). (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)















