Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Kutai Kartanegara (KUKAR) tidak hanya bermain di sektor tradisional. Data terkini menunjukkan wajah baru kabupaten ini: mayoritas penduduknya adalah generasi muda produktif yang akrab dengan gawai, siap menjadi motor penggerak ekonomi digital.
Berdasarkan analisis Bonus Demografi BPS Kaltim 2025, struktur usia KUKAR didominasi kelompok usia 15-59 tahun yang mencapai 68,5%. Yang menarik, hampir 38,2% di antaranya adalah Generasi Z dan Milenial (usia 15-34 tahun).
Bonus demografi ini didukung tingkat adopsi teknologi yang tinggi. Survei APJII Kaltim 2024-2025 mencatat, 94% penduduk KUKAR berusia 15-35 tahun telah memiliki smartphone. Alat ini menjadi pintu gerbang utama mereka ke dunia digital.
Pasar Digital yang Sudah Berdenyut
Potensi itu bukan sekadar angka. Laporan Bank Indonesia Kaltim Triwulan III-2025 mencatat, sudah ada 287.000 orang atau 38,9% populasi KUKAR yang aktif menggunakan e-commerce.
Di sisi penawaran, transformasi juga berjalan. Data Dinas Koperasi dan UKM KUKAR 2025 menyebutkan, sebanyak 42.500 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) telah bertransformasi ke digital, atau setara dengan 65% dari total UMKM di daerah tersebut.
Geliat kreatif juga tumbuh. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif KUKAR mencatat ada 3.850 kreator konten lokal, dengan pertumbuhan mencapai 40% per tahun.
Konsentrasi di Kawasan Urban
Pasar digital ini terkonsentrasi di wilayah urban. Sekitar 52% penduduk KUKAR tinggal di perkotaan, dengan tiga kawasan utama yaitu Tenggarong, Tenggarong Seberang, dan Sanga-Sanga yang total penduduknya mendekati 300.000 jiwa (Sumber: Dinas Perumahan KUKAR, 2025).
Kombinasi antara populasi muda yang tech-savvy, pertumbuhan UMKM digital, dan pasar konsumen yang sudah terbentuk, menunjukkan KUKAR memiliki fondasi yang kokoh. Tantangan selanjutnya adalah mengalirkan potensi ini menjadi pertumbuhan ekonomi inklusif yang berkelanjutan. (Cc//Adv/Diskominfo Kukar)















