Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (KUKAR) meluncurkan sejumlah program strategis untuk menguatkan sektor pangan pada 2025. Berdasarkan dokumen RPJMD 2025-2029 dan data Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan KUKAR, fokus utama adalah pada perluasan area tanam, infrastruktur, dan pemberdayaan petani.
Program Infrastruktur dan Perluasan Lahan:
- Irigasi Desa Mandiri (IRIDES): Membangun dan merehabilitasi 180 titik embung dan jaringan irigasi tersier di 44 desa prioritas, seperti Muara Kaman, Tabang, dan Kenohan.
- Program 1.000 Hektare Sawah Baru: Target tahunan perluasan sawah didukung dengan mekanisasi melalui pembagian 250 unit traktor dan 120 combine harvester, serta distribusi benih unggul gratis untuk 18.000 hektare.
- Food Estate Terpadu: Pengembangan kawasan food estate seluas 8.000 hektare (Tahap I 2025) di Muara Kaman – Kenohan dengan model korporasi petani dan offtaker tetap seperti Bulog.
Inovasi dan Dampak Sosial:
Program unggulan “Ayam-Telur-Ikan” Terintegrasi Sawah (ATIS) mewajibkan petani memelihara ayam petelur dan kolam ikan di lahan sawah untuk diversifikasi protein. Targetnya adalah tambahan 1,2 juta butir telur dan 800 ton ikan pada 2025.
Selain itu, pembangunan 18 gudang pendingin mini di setiap kecamatan bertujuan menstabilkan harga beras di level Rp 10.500/kg.
Dampak yang diharapkan adalah peningkatan kesejahteraan bagi 15.000 kepala keluarga petani masuk kelas mampu (penghasilan >Rp 5 juta/bulan) serta penurunan angka kemiskinan pedesaan dari 7,8% menjadi 5,5%, sekaligus mencapai swasembada beras untuk konsumsi lokal KUKAR. (Cc/Adv/Diskominfo Kukar)















