Samarinda, Sketsa.id – Inayah, mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Bahasa Arab UINSI Samarinda, baru saja menginjakkan kaki di dunia perkuliahan. Namun, bayang-bayang beban finansial sudah menanti. Kehadiran GratisPol UINSI Samarinda, program beasiswa Pemprov Kaltim, menjadi penyelamat di tengah tekanan ekonomi keluarganya.
“Tanpa program ini, mungkin saya tidak bisa lanjut kuliah,” ungkap Inayah dengan nada serius.
Ayahnya wiraswasta dengan penghasilan tak menentu, ibunya ibu rumah tangga. Di tengah kondisi itu, biaya awal kuliah seperti UKT dan administrasi menjadi beban berat. GratisPol UINSI Samarinda hadir memotong semua kekhawatiran itu.
“Alhamdulillah, saya bisa kuliah tanpa dipungut biaya. Program ini sangat membantu mengurangi pengeluaran, terutama di awal perkuliahan yang banyak sekali kebutuhan,” ceritanya.
Beban terbesarnya, Uang Kuliah Tunggal (UKT), kini tak lagi ia pikirkan. “Saya tidak perlu lagi memusingkan biaya pendidikan. Pikiran jadi tenang, bisa fokus sepenuhnya untuk belajar,” tambah Inayah.
Proses mendapatkannya pun ia nilai lebih mudah ketimbang beasiswa lain yang persyaratannya rumit. Bagi seorang mahasiswa baru dari keluarga sederhana, kemudahan ini sangat berarti.
Ia berharap program ini terus berjalan dan berkembang. “Semoga penyalurannya makin luas, terutama untuk pelajar berprestasi yang bisa membawa nama Kaltim ke kancah nasional,” harap Inayah. Ia juga menekankan pentingnya transparansi agar bantuan tepat sasaran.
Kisah Inayah adalah potret nyata dampak GratisPol UINSI Samarinda. Program ini bukan sekadar bantuan dana, tetapi fondasi yang menguatkan mimpi anak-anak Kaltim untuk mengenyam pendidikan tinggi, melangkah lebih pasti menuju masa depan.
Tag: gratisPol, uinsi samarinda, mahasiswa baru, pendidikan bahasa arab, beasiswa kaltim, bantuan ukta, kuliah gratis, pemprov kaltim, mahasiswa kurang mampu (Cc/Adv/Diskominfo Kaltim)









