Tragis, Kebakaran di Permukiman Padat Anggana Kukar Tewaskan Tiga Balita

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:18 WITA
Bagikan:
Foto: Kebakaran di pemukiman padat penduduk di Anggana, Kukar. (ist)

Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Duka mendalam melanda Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara (Kukar), menyusul peristiwa kebakaran dahsyat yang merenggut nyawa tiga anak balita. Si jago merah melalap permukiman padat di Jalan Sambarina Poros Anggana, Gang Mulia Tosungan Purun, RT 21, Kamis (11/12/2025) siang.

Api yang pertama kali muncul sekitar pukul 13.17 WITA dengan cepat membesar dan menyulitkan warga untuk menyelamatkan harta benda. Material rumah yang mayoritas terbuat dari kayu menjadi penyebab utama api merembet cepat ke bangunan lain.

Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkartan Kukar, Muksin, melaporkan bahwa tiga bangunan hangus dilalap si jago merah. “Satu rumah delapan pintu, satu rumah empat pintu, dan satu rumah pribadi. Api baru dapat dikendalikan pukul 14.37 WITA,” jelasnya.

Korban jiwa dalam musibah ini adalah tiga anak bersaudara berusia 1, 3, dan 5 tahun. Mereka telah dievakuasi ke Puskesmas Anggana untuk proses identifikasi. Identitas lengkap mereka dan orang tuanya masih dalam pendataan pihak berwenang.

Proses pemadaman yang berlangsung lebih dari satu jam sempat terhambat cuaca panas dan angin kencang. “Kondisi bangunan yang didominasi kayu membuat api cepat membesar dan kerusakan cukup luas,” ujar Muksin.

Akibat insiden ini, sedikitnya delapan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal. Bangunan yang rata dengan tanah hanya menyisakan puing dan sisa kepulan asap saat petugas melakukan pendinginan.

Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik, namun penyebab pastinya masih diselidiki tim investigasi. “Ini baru dugaan awal. Kami menunggu laporan lengkap,” kata Muksin.

Jenazah ketiga korban telah diserahkan ke keluarga dan dimakamkan setelah proses autopsi. Pemerintah setempat telah memberikan bantuan awal, termasuk menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi warga yang kehilangan rumah.

Peristiwa ini menjadi peringatan tentang pentingnya kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran, terutama di kawasan permukiman padat dengan konstruksi kayu. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga