Musik, Sketsa.id – Di tengah hiruk-pikuk dunia K-pop yang tak pernah diam, ada satu nama yang selalu membawa rasa rindu mendalam: EXO. Grup yang debut pada 2012 dengan konsep superpower ikonik itu, kini kembali setelah hiatus panjang. Album kedelapan mereka, REVERXE, dijadwalkan rilis pada 19 Januari 2026 pukul 18.00 KST. Ini bukan sekadar comeback biasa—ini adalah momen pembalikan nasib, simbol “reverse” yang membuka dunia baru bagi para member dan penggemar setia, EXO-L.
Perjalanan menuju REVERXE tak mulus. Sejak album terakhir EXIST (2023) yang sukses jadi million-seller, EXO menghadapi berbagai tantangan: wamil bergiliran, aktivitas solo, hingga isu kontrak yang melibatkan subunit EXO-CBX (Chen, Baekhyun, Xiumin). Untuk comeback ini, enam member yang aktif: Suho, Chanyeol, D.O., Kai, Sehun, dan Lay—akan membawakan suara powerful, koreografi rumit, dan eksplorasi musik yang menjadi ciri khas mereka.
Teaser demi teaser mulai bermunculan sejak Desember 2025. Trailer sinematik yang epik mengembalikan elemen superpower era debut, disusul pre-release “I’m Home” yang hangat dan emosional. Album ini berisi sembilan lagu, dengan title track “Crown” yang digambarkan sebagai janji melindungi sosok berharga bagai mahkota yang diperebutkan banyak orang—tema devotion, konflik, dan kekuasaan.
Baru-baru ini, pada 5 Januari, EXO merilis teaser individu dan grup bertema gelap dan karismatik. Fans langsung heboh—banyak yang bilang visual member “tak berubah sedikit pun“, bahkan semakin matang. Konsep ini seperti menyambung benang merah mitologi EXO: Tree of Life, kekuatan super, dan reuni di bawah satu nama.

Puncak antisipasi adalah comeback showcase pada 19 Januari malam di Grand Peace Hall, Universitas Kyung Hee, Seoul. Di sana, EXO akan tampil live lagu-lagu baru, cerita behind-the-scenes, dan mungkin preview perform “Back It Up” yang sudah dipentaskan megah dengan 40 penari di acara sebelumnya.
Di media sosial, EXO-L dari berbagai belahan dunia ramai berbagi teaser dan spekulasi tur. SM Entertainment janji “isi tahun 2026 dengan EXO”—bisa jadi konser, variety seperti EXO’s Ladder, atau kolaborasi lain. Lay yang kembali aktif juga jadi sorotan, memperkuat jembatan ke pasar China.
REVERXE datang di saat tepat. K-pop 2026 diprediksi penuh reuni besar, tapi EXO membuka tahun dengan narasi kuat: dari kegelapan ke puncak lagi. Bagi EXO-L lama, ini nostalgia. Bagi pendengar baru, ini bukti bahwa legenda tak pernah benar-benar pergi—mereka hanya menunggu waktu untuk balik lebih kuat.
19 Januari sebentar lagi. Siapkah kita menyambut kembalinya sang raja?. (cc)









