Jalan Tering–Ujoh Bilang Akhirnya Resmi, Kubar dan Mahulu Kini Terhubung Darat

Selasa, 6 Januari 2026 - 05:21 WITA
Bagikan:
Foto : Potong pita simbol harapan baru. Gubernur Rudy Mas’ud resmikan penghubung strategis Tering–Ujoh Bilang, wujud nyata komitmen pemerataan pembangunan hingga ke wilayah terdalam Kaltim. (Dok Humas Adpim Kaltim)

Kutai Barat, Sketsa.id – Pemandangan haru dan sukacita mewarnai peresmian Jalan Tering–Ujoh Bilang, Selasa (6/1). Setelah sekian lama terpisah medan berat, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) dan Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) akhirnya terhubung secara resmi melalui akses darat. Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) sendiri yang memotong pita tanda peresmian jalan strategis ini.

Peresmian menjadi bagian dari kunjungan kerja Gubernur Harum ke wilayah barat Benua Etam, menandai tekad kuat pemerintah mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pedalaman. Jalan sepanjang 28,325 kilometer ini diharapkan menjadi urat nadi baru perekonomian dua kabupaten.

“Ini adalah tonggak sejarah. Setelah 80 tahun Indonesia merdeka, akhirnya kehadiran negara betul-betul dirasakan di wilayah terdalam dengan tersambungnya dua wilayah ini,” ujar Rudy Mas’ud dalam sambutannya. Ia menegaskan, konektivitas ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk adil bagi semua masyarakat Kaltim.

Prosesi peresmian berlangsung khidmat dan dihadiri sejumlah pejabat penting. Turut mendampingi Gubernur, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua TP PKK Kaltim Hj. Sarifah Suraidah Harum, serta Ketua DPRD Kaltim Hasanuddin Mas’ud. Dari sisi daerah, Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, Wakil Bupati Mahakam Ulu Suhuk, serta jajaran Forkopimda setempat juga hadir meramaikan.

Dampak Langsung: Mobilitas dan Ekonomi Masyarakat

Keberadaan jalan ini diyakini akan menjadi game-changer. Selama ini, isolasi geografis menjadi kendala terbesar mobilitas dan distribusi barang. Dengan terbukanya akses darat, biaya transportasi logistik diproyeksikan turun signifikan. Hasil bumi seperti pertanian, perkebunan, dan potensi lokal lainnya dari dua kabupaten ini akan lebih cepat dan murah sampai ke pasar.

“Ini bukan sekadar jalan. Ini adalah jalan harapan untuk pemerataan ekonomi dan pengurangan ketimpangan,” tambah Gubernur Harum.

Posisi strategis Mahulu dan Kubar yang berbatasan dengan tiga provinsi lain (Kalimantan Utara, Tengah, Barat) bahkan negara Malaysia, membuat infrastruktur ini juga berperan dalam memperkuat kawasan perbatasan.

Tantangan Ke Depan: Pemeliharaan Jalan Ekstrem

Gubernur Rudy Mas’ud secara khusus menyoroti pentingnya komitmen berkelanjutan. Medan wilayah pedalaman Kaltim yang ekstrem memerlukan perawatan rutin agar jalan tetap laik dilalui sepanjang tahun, terutama saat musim hujan.

“Pembangunan selesai, tapi tugas kita belum usai. Pemeliharaan harus dilakukan secara konsisten agar manfaat jalan ini tetap lestari,” tegasnya.

Pemprov Kaltim berkomitmen untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur pendukung. Rencana pemasangan Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya (PJUTS) sudah disiapkan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan pada malam hari.

Peresmian Jalan Tering–Ujoh Bilang bukan akhir, melainkan awal dari babak baru pembangunan di wilayah barat Kaltim. Kini, tugas bersama adalah memastikan jalan ini menjadi pembawa berkah, mengalirkan kemajuan dan kesejahteraan untuk masyarakat Kubar dan Mahulu. (cc)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga