Mahakam Ulu, Sketsa.id — Udara segar pegunungan Mahakam Ulu (Mahulu) hari ini bercampur dengan semangat optimisme baru. Di tengah gemuruh mesin konstruksi, Gubernur Kalimantan Timur Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum) berdiri di tepi runway Bandara Ujoh Bilang yang hampir rampung. Kunjungan kerja Rabu (7/1) pagi ini, menjadi penegasan bahwa janji menghubungkan Mahulu dengan langit kini tinggal hitungan minggu.
“Bandara ini bukan sekadar proyek beton dan aspal. Ini adalah kunci pembuka isolasi, pemutar roda ekonomi, dan pengangkat harkat hidup masyarakat Mahulu yang selama ini terhalangi akses,” ujar Gubernur Harum saat meninjau langsung progres pembangunan di Kecamatan Long Bagun.
baca juga : Ambulans Terapung Senilai Rp1,7 M dan 50 Rumah Layak Huni, Diresmikan Harum untuk Warga Mahulu
Fakta di Lapangan: Runway 750 Meter dan Target Februari 2026
Dari data di lapangan, perkembangan pembangunan sangat menggembirakan. Hingga Rabu ini, progres fisik secara keseluruhan telah mencapai 89 persen. Landasan pacu (runway) sepanjang 750 meter dengan lebar 23 meter sudah terhampar sempurna. Fasilitas pendukung utama seperti terminal penumpang, kantor UPBU, rumah damkar, genset, dan rumah pompa juga telah berdiri.
Proyek senilai Rp43 miliar yang diambil dari APBD Kaltim 2025 ini dikerjakan oleh PT Awal–Kiesha KSO dengan target penyelesaian fisik pada Januari 2026. Peresmian dan pengoperasian awal dijadwalkan pada awal Februari 2026, menunggu penerbitan izin operasional dari Kementerian Perhubungan RI.
“Kami di Pemprov Kaltim berkomitmen penuh. Anggaran sudah disiapkan, progres kami pantau ketat. Target Februari operasional harus kita kejar untuk kedaulatan transportasi warga Mahulu,” tegas Harum didampingi Bupati Mahulu Angela Idang Belawan dan Wakil Bupati Suhuk.
Dampak Strategis: Dari Logistik hingga Pariwisata
Keberadaan bandara ini diyakini akan menjadi game-changer bagi Kabupaten yang dijuluki Bumi Urip Keriman ini. Selama ini, akses ke Mahulu sangat bergantung pada transportasi sungai dan darat yang memakan waktu lama dan berisiko.
Dengan bandara, konektivitas antardaerah akan terpangkas drastis. Distribusi logistik hasil bumi dan barang kebutuhan pokok akan lebih lancar dan murah. Sektor pariwisata yang mengandalkan keindahan alam heart of Borneo juga akan mendapat suntikan besar, membuka keran kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara serta menarik investasi baru.
Kunjungan dilanjutkan dengan Tinjau Posyandu
Usai meninjau bandara, rangkaian kunjungan kerja Gubernur berlanjut ke aspek lain yang tak kalah vital: kesehatan dasar. Gubernur bersama Ketua TP PKK Kaltim, Hj. Sarifah Suraidah Harum, meninjau Posyandu di Kampung Ujoh Bilang.
Pada kesempatan ini, Sarifah Harum menyerahkan bantuan peralatan kesehatan berupa antropometri kit kepada TP PKK Kabupaten Mahulu yang diterima Ketua TP PKK Mahulu, Mega Petra Marten. Bantuan ini diperuntukkan bagi empat posyandu: Lavender, Suplir, Teratai, dan Bakung.
“Pembangunan infrastruktur besar harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup dasar masyarakat. Bandara menghubungkan kita dengan dunia luar, posyandu yang kuat menjaga fondasi kesehatan generasi penerus di dalam,” pungkas Sarifah Harum.
Dengan ditandainya progres nyata Bandara Ujoh Bilang, harapan akan terintegrasinya Mahulu ke dalam pusaran pembangunan Kalimantan Timur semakin nyata. Februari mendatang akan menjadi bulan bersejarah, di mana langit Mahulu tak lagi jadi batas, melainkan gerbang menuju kemajuan. (*)









