Samarinda, Sketsa.id – Rapat Paripurna ke-2 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur digelar dalam nuansa khidmat sekaligus kritis, Jumat (9/1). Bertempat di Gedung B DPRD Kaltim, Karang Paci, rapat yang dipimpin langsung Ketua DPRD Hasanuddin Mas’ud ini mengagendakan pembahasan khusus dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Kalimantan Timur.
Di hadapan seluruh anggota dewan, Wakil Gubernur Seno Aji yang mewakili Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan pidato resmi bertajuk “Kaltim Sukses Menuju Generasi Emas”. Dalam paparannya, Wagub menyebut sejumlah capaian makro yang patut disyukuri. Pertumbuhan ekonomi Kaltim pada triwulan III-2025 tercatat 4,35 persen, sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan ke level 5,17 persen.
“Angka ini adalah buah dari kerja sama dan sinergi yang baik antara eksekutif dan legislatif. Di usia yang matang ini, dengan kehadiran IKN, posisi Kaltim semakin strategis,” ujar Seno Aji.
Gratispol dan Infrastruktur: Bukti Kehadiran Negara
Wagub secara rinci memaparkan realisasi program unggulan Gratispol sebagai bukti komitmen pemerataan. Program ini telah menyalurkan beasiswa untuk 24.847 mahasiswa, seragam gratis bagi 63.718 siswa, layanan kesehatan untuk 141.226 warga non-BPJS, dan internet gratis di 802 desa. Di sektor infrastruktur, Pemprov telah membangun 24,56 km jalan baru dan merehabilitasi 127,85 km jalan.
“Ini adalah wujud nyata bahwa pembangunan harus dirasakan langsung di akar rumput, tidak hanya di pusat kota,” tegasnya.
Meski mengapresiasi capaian, forum paripurna ini juga menjadi ruang kontrol. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, menyelipkan catatan kritis. Ia mengingatkan agar euforia capaian makro tidak melupakan kondisi riil di lapangan, terutama di wilayah terpencil.
“Kami baru saja mendampingi Gubernur ke pedalaman. Perjalanan yang harusnya beberapa jam, bisa molor hingga hampir 24 jam karena kondisi jalan. Kami terjebak hujan, hanya bisa menunggu ekskavator. Ini memprihatinkan dan harus jadi prioritas utama,” ucap Hasanuddin dengan nada tegas.
Ia menambahkan, isu stunting dan kemiskinan ekstrem juga harus menjadi fokus anggaran yang lebih konkret ketimbang proyek-proyek fisik besar yang belum mendesak.
Tantangan Fiskal 2026 dan Komitmen Pelayanan Publik
Seno Aji, dalam pidatonya, juga secara terbuka mengingatkan tentang tantangan fiskal yang akan dihadapi pada tahun 2026, yaitu potensi penurunan transfer dana dari pemerintah pusat. Namun, ia meyakinkan dewan dan publik bahwa hal ini tidak akan mengganggu pelayanan dasar.
“Efisiensi akan kami lakukan secara ketat pada pos-pos yang bukan prioritas. Namun, belanja untuk pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan perlindungan masyarakat tidak akan kami kurangi. Ituharga mati,” janji Seno Aji.
Penghargaan dan Penutup
Sebagai bagian dari acara, puncak rapat paripurna diisi dengan penyerahan penghargaan kepada sejumlah tokoh dan masyarakat berprestasi Kaltim tahun 2025 dari berbagai bidang, seperti lingkungan, pendidikan, budaya, dan keagamaan. Momen ini menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya tentang infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga tentang membangun manusia dan mengapresiasi setiap sumbangsih bagi daerah.
Rapat paripurna ini menutup dengan kesepahaman bahwa di usia ke-69, Kaltim harus semakin cermat dalam menata prioritas. Anggota dewan dan pemerintah provinsi sepakat, kolaborasi yang erat dan fokus pada penyelesaian masalah dasar masyarakat adalah kunci menuju Generasi Emas yang diimpikan. (cc)









