Menkeu Purbaya Yakin Rupiah Akan Menguat Dalam Dua Pekan ke Depan

Rabu, 14 Januari 2026 - 05:24 WITA
Bagikan:
Foto: ilustrasi dollar dan rupiah (ist)

Jakarta, Sketsa.id  – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pesan optimisme di tengah pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat mendekati level Rp17.000 per dolar AS. Ia meyakini kondisi ini hanya sementara dan memprediksi mata uang nasional akan segera berbalik menguat.

“Dua minggu ini rupiah bakal menguat,” ujar Purbaya dengan percaya diri saat ditemui di Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Keyakinannya itu berlandaskan pada fundamental ekonomi Indonesia yang dinilainya masih sangat kuat. Proyeksi pertumbuhan ekonomi yang mendekati 6 persen pada 2026 disebutnya akan menjadi magnet bagi arus modal asing.

“Jadi nggak usah takut. Fondasi kita kuat. Rupiah akan menguat karena modal akan masuk ke sini. Orang Indonesia yang menaruh uangnya di luar negeri juga akan balik dan berbisnis di dalam negeri,” tegas Purbaya.

Dasar Optimisme: Pertumbuhan Ekonomi dan Cadangan yang Kuat

Purbaya menjelaskan, kinerja ekonomi kuartal IV-2025 yang tumbuh sekitar 5,45 persen menjadi landasan yang baik. “Kalau ekonomi membaik terus, harusnya rupiah menguat hampir otomatis. Modal asing akan masuk ke negara yang menawarkan prospek pertumbuhan lebih tinggi,” ujarnya.

Optimisme pemerintah ini didukung oleh langkah Bank Indonesia (BI). Pelemahan rupiah hingga ke level Rp16.860 per dolar AS pada Selasa (13/1) sebelumnya dijelaskan BI lebih dipengaruhi tekanan eksternal dan ketegangan geopolitik global.

Erwin G. Hutapea dari BI menyatakan pihaknya terus menjaga stabilitas nilai tukar melalui berbagai intervensi. Yang penting, ketahanan eksternal Indonesia dinilai tetap kuat, dengan cadangan devisa yang mencapai 156,5 miliar dolar AS—senjata yang cukup untuk menghadapi ketidakpastian global.

Pernyataan Menkeu ini diharapkan dapat menenangkan pasar dan meningkatkan kepercayaan pelaku ekonomi domestik, sembari menunggu realisasi penguatan rupiah dalam waktu dekat seperti yang diramalkannya. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga