Sketsa.id – Peristiwa Isra Mikraj adalah salah satu mukjizat terbesar yang Allah anugerahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Lebih dari sekadar perjalanan spiritual dari Masjidil Haram ke Sidratul Muntaha, momen agung yang diabadikan dalam Al-Qur’an ini adalah lautan hikmah yang menjadi pedoman hidup bagi umat Islam.
Berikut 15 hikmah mendalam yang dapat kita renungkan:
1. Bukti Mutlak Kekuasaan dan Kebesaran Allah
Perjalanan menembus langit dan alam ghaib menampakkan tanda-tanda kebesaran Allah (ayat-ayat kauniyah) yang terbesar. Ini adalah pengingat bahwa tidak ada yang mustahil bagi-Nya dan untuk senantiasa bertafakur atas keagungan ciptaan-Nya.
2. Penegasan Kedudukan Agung Shalat
Isra Mikraj adalah momentum diwajibkannya shalat lima waktu secara langsung oleh Allah kepada Rasul-Nya. Ini menunjukkan kedudukan istimewa shalat sebagai tiang agama dan sarana komunikasi paling mulia antara hamba dengan Penciptanya.
3. Ujian dan Pemantik Keimanan Sejati
Ketika Rasulullah menyampaikan peristiwa ini, banyak yang mengingkari karena dianggap tidak masuk akal. Sikap Abu Bakar Ash-Shiddiq yang langsung membenarkan tanpa ragu mengajarkan kita tentang hakikat keimanan: percaya sepenuhnya kepada wahyu dan Rasul-Nya, melampaui batas logika manusiawi.
4. Penguatan Martabat Kenabian Muhammad SAW
Di peristiwa ini, Rasulullah SAW diperlihatkan kemuliaannya; mengimami para Nabi di langit dan dipertemukan dengan mereka. Ini adalah isyarat kuat bahwa beliau adalah pemimpin dan penutup para Nabi, dengan syariat yang menyempurnakan ajaran sebelumnya.
5. Pelajaran tentang Hakikat Penghambaan
Dalam Surah Al-Isra ayat 1, Allah menyebut Nabi Muhammad SAW dengan sebutan ‘hamba-Nya’ (‘abihi). Ini pelajaran berharga: kemuliaan tertinggi justru diraih ketika seseorang menyadari dan menunaikan statusnya sebagai hamba Allah dengan sepenuh hati.
6. Pentingnya Menjaga Kesucian Jiwa Sebelum Menghadap Ilahi
Sebelum Isra Mikraj, diriwayatkan hati Rasulullah SAW dibersihkan dengan air zam-zam. Ini adalah simbol bahwa untuk mendekat kepada Allah, kesucian lahir dan batin adalah prasyarat mutlak.
7. Kesesuaian Islam dengan Fitrah Manusia
Saat diberi pilihan antara khamar dan susu, Nabi memilih susu. Ini adalah isyarat bahwa Islam adalah agama fitrah; semua aturannya sesuai dengan dan menjaga kemaslahatan dasar manusia, mendatangkan kebaikan dan menjauhkan keburukan.
8. Motivasi untuk Menggapai Akhirat
Rasulullah pulang dengan membawa gambaran nyata tentang surga dan neraka. Hikmahnya, peristiwa ini menjadi pengingat dan motivasi abadi bagi umatnya untuk bersungguh-sungguh mengejar ridha Allah dan keselamatan di kehidupan kekal nanti.
9. Komitmen Menyampaikan Kebenaran Meski Pahit
Setelah Mikraj, Nabi dengan berani menyampaikan kebenaran yang diyakininya kepada orang-orang Quraisy meski dicemooh. Ini mengajarkan bahwa amar ma’ruf nahi munkar harus dilakukan dengan hikmah dan keberanian, tanpa takut pada celaan manusia.
10. Cinta dan Pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsha
Penetapan Masjidil Aqsha sebagai kiblat pertama dan tujuan Isra mengandung hikmah besar: mengikat hati umat Islam dengan masjid suci ketiga itu. Ini adalah panggilan abadi untuk membela, menjaga, dan memakmurkannya dari segala bentuk penjajahan.
Dari sekian banyak hikmah, inti dari Isra Mikraj adalah penguatan tauhid, pensyariatan ibadah utama (shalat), dan penegasan kemuliaan Rasulullah SAW. Peristiwa ini adalah hadiah dan bekal spiritual yang tak ternilai, mengajak kita untuk senantiasa naik derajat keimanan, mendekat kepada Allah, dan meneladani akhlak Nabi dalam kehidupan sehari-hari. (cc)









