Hasto Perintahkan Kader PDIP Kaltim Kuasai Data dan Perjuangkan Politik Ekologi

Senin, 2 Februari 2026 - 12:48 WITA
Bagikan:
Foto: Hasto paparkan arahan kekuatan partai kepada sejumlah Kader PDI Perjuangan Kaltim.

Samarinda, Sketsa.id – Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggelar rapat konsolidasi dengan seluruh jajaran DPD PDIP Kalimantan Timur di Samarinda, Senin (2/2/2026). Agenda utama pertemuan ini adalah memperkuat soliditas internal sekaligus merumuskan strategi perjuangan partai yang berorientasi pada data dan isu riil masyarakat.

Hasto membuka arahan dengan menekankan bahwa kekuatan partai terletak pada kedekatannya dengan persoalan rakyat. “Politik kita adalah politik pengabdian. Bukan soal kursi, tapi soal bagaimana suara rakyat kecil menjadi hukum,” ujarnya.

Transformasi Organisasi: Dari Kantor Partai ke Pusat Data
Salah satu instruksi tegas Hasto adalah modernisasi pengelolaan partai. Ia meminta setiap kantor DPD dan DPC di Kaltim bertransformasi menjadi pusat data yang dinamis. “Setiap kantor partai harus menguasai data persoalan di wilayahnya. Gunakan teknologi untuk menjangkau seluruh wilayah Kaltim yang luas,” pintanya.

Transformasi ini dinilai penting untuk merespons tantangan geografis sekaligus meningkatkan akurasi advokasi dan program kerja.

Visi Kembalikan Kaltim sebagai Paru-Paru Dunia
Hasto juga menggarisbawahi komitmen PDIP terhadap pembangunan berwawasan lingkungan. Dengan menyitir pesan Bung Karno, ia mendesak kader untuk mengedepankan politik ekologi dalam setiap pembahasan kebijakan daerah.

“Kalimantan adalah paru-paru dunia. Tugas kita memastikan pembangunan infrastruktur, seperti rel kereta untuk logistik pertanian, berjalan selaras dengan pelestarian hutan,” tegas Hasto, mengkritik pola pembangunan yang timpang.

Respons Terhadap Tekanan Ekonomi dan Laporan dari Lapangan
Merespons pelemahan daya beli masyarakat, Hasto menekankan perlunya partai menjadi penopang sosial. “Partai harus jadi pelindung saat ekonomi sulit. Program-program langsung seperti bantuan pangan harus diinisiasi dari tingkat ranting,” ucapnya.

Sekretaris DPD PDIP Kaltim, Ananda Emira Moeis, dalam laporannya menyebutkan bahwa partai telah menjadi ujung tombak advokasi. “Kami serius mendampingi persoalan riil: dari hak buruh perkebunan, UMKM, hingga pengawasan pembangunan rumah sakit. Ini wujud partai yang hidup,” jelas Nanda.

Rapat ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat basis data, memperjuangkan politik ekologi, dan memastikan PDIP tetap menjadi rumah perjuangan yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat Kaltim. (*)

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga