Kutai Kartanegara, Sketsa.id – Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kutai Kartanegara diwarnai serangkaian kegiatan yang digagas Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) setempat. Melalui program “SMSI Goes to Campus”, organisasi tersebut melibatkan insan pers, mahasiswa, dan pelajar dalam upaya memperkuat peran media di tengah banjir informasi dan disinformasi.
Ketua SMSI Kukar, Angga Triandi, mengatakan rangkaian kegiatan ini merupakan bentuk refleksi sekaligus aksi nyata menyambut HPN yang jatuh setiap 9 Februari. “HPN adalah hari raya insan pers. Kami ingin memaknainya dengan kegiatan yang substansial, terutama dengan melibatkan generasi muda di kampus,” ujarnya, Sabtu (7/2/2026).
Kegiatan puncak berlangsung Senin (9/2/2026) di Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), berupa seminar publik yang mengusung tema “Pers, Kampus, dan Demokrasi: Menguatkan Media di Tengah Arus Disinformasi”. Tiga narasumber dihadirkan untuk membedah persoalan tersebut: sejarawan publik Kaltim Muhammad Sarip, pemimpin redaksi Kaltimkece.id Felanans Mustari, serta pegiat literasi Viola Meilinda Putri.
“Kami ingin mendorong lahirnya pandangan kritis dari berbagai perspektif—sejarah, praktik jurnalistik, hingga gerakan literasi—agar peran pers tetap berintegritas dan berpihak pada kebenaran,” jelas Angga.
Selain diskusi, SMSI Kukar juga menyelenggarakan sejumlah lomba untuk merangkul berbagai kalangan. Lomba jurnalistik dan video jurnalistik diperuntukkan bagi mahasiswa asal Kukar, lomba baca puisi untuk pelajar SMA/SMK/MA se-Kukar, serta lomba e-football yang diikuti wartawan se-Kabupaten Kukar pada Selasa (10/2/2026).
Angga menegaskan, kolaborasi dengan kampus dan generasi muda merupakan langkah strategis mengatasi maraknya hoaks dan misinformasi. “Peran media harus diperkuat, dan itu perlu melibatkan anak muda sejak dini. Kami ingin mahasiswa tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga terlibat dalam produksi konten yang bertanggung jawab,” tambahnya.
Meski puncak peringatan HPN 2026 dipusatkan di Banten, SMSI Kukar berkomitmen menghadirkan semangat yang sama di daerah. Melalui kegiatan ini, diharapkan tumbuh kesadaran bersama akan pentingnya pers yang profesional, kritis, dan relevan dengan kebutuhan publik, sekaligus mengajak masyarakat merawat demokrasi melalui literasi media yang sehat.
“Mari bersama merayakan HPN dengan menguatkan peran pers untuk kepentingan publik,” tutup Angga. (*)









