Sinergi Wartawan & Pelaku Usaha: Temu Bisnis Migas Jadi Ajang Perayaan Hari Pers di Kaltim

Selasa, 10 Februari 2026 - 07:12 WITA
Bagikan:
Foto: Cuplikan pemaparan energi migas hingga 2050. (Sketsa.id)

Samarinda, Sketsa.id – Perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kalimantan Timur mengambil bentuk yang unik dan sarat manfaat. Alih-alih sekadar seremoni, sejumlah wartawan berkolaborasi dengan SKK Migas Perwakilan Kalimantan-Sulawesi menggelar Temu Bisnis dan Diskusi Publik bertajuk pengelolaan sumur migas tua. Acara yang digelar di Gedung Olah Bebaya, Selasa(10/2) pagi, tersebut berhasil menyatukan dunia jurnalistik, regulator, BUMN, dan pelaku usaha lokal dalam satu tujuan: membuka peluang ekonomi dari aset migas yang menganggur.

Migas Tetap Tulang Punggung Energi Hingga 2050

Dalam pemaparannya, Mar’uf Afandi, Koordinator Pengawasan Eksploitasi Ditjen Migas, menegaskan peran vital minyak dan gas bumi dalam peta energi global ke depan. Meski energi terbarukan tumbuh pesat, migas diproyeksikan masih menyumbang lebih dari setengah bauran energi global hingga 2050.

“Tanpa upaya apapun, produksi minyak dunia bisa merosot drastis. Tugas kita adalah mencegah penurunan itu dengan mengoptimalkan semua aset, termasuk sumur-sumur tua,” tegas Mar’uf. Ia juga menaruh harapan besar pada Pertamina, yang memegang 60% produksi nasional, sebagai tulang punggung dalam program ini.

Transparansi Proses Seleksi & Kewaspadaan Kondisi Sumur

Nanang Abdul Manaf, Staf Khusus Menteri ESDM, memberikan penjelasan krusial mengenai mekanisme seleksi mitra. Proposal dari calon mitra, baik koperasi, BUMD, maupun UMKM, harus memenuhi persyaratan ketat, termasuk laporan finansial dan ketersediaan tenaga ahli.

Foto: Staf Khusus Menteri ESDM, Nanang Abdul Manaf saat diwawancarai sejumlah awak media setelah menjadi narasumber Diskusi Temu Bisnis Migas. (Sketsa.id)

“Jika sumur yang tersedia lebih banyak daripada mitra yang memenuhi syarat, prosesnya lebih mudah. Tapi, jika peminatnya banyak, kami akan seleksi mana mitra yang benar-benar punya kapasitas terbaik,” jelas Nanang.

Ia juga mengingatkan agar calon mitra jeli. “Kami akan transparan. Sebelum tender, kondisi sumur akan di-expose detail: kenapa ditinggalkan, apakah kadar airnya sudah tinggi, atau ada masalah corrosion. Jangan sampai mitra ‘terjebak’ dapat sumur yang ternyata tidak ekonomis setelah berinvestasi,” tegasnya. Proposal juga wajib mendapat dukungan (endorsement) dari kepala daerah setempat, baik bupati maupun gubernur.

Mekanisme Terbuka, Tantangan, dan Kisah Sukses

Bambang Prayoga, Vice President Eksploitasi SKK Migas, menambahkan bahwa Permen ESDM 14/2025 sengaja dibuat fleksibel untuk mendorong partisipasi mitra baru. Luthvi Yuli Triono, Spesialis Madya Eksploitasi SKK Migas, memaparkan mekanisme evaluasi proposal yang transparan, yang juga membutuhkan persetujuan Gubernur.

Memberikan warna praktis, Giri Nurbaskoro, Direktur Utama BUMD PT Blora Patra Energi, berbagi pengalaman sukses mengelola sumur tua di Blora, Jawa Tengah. “Kunci utamanya adalah inovasi teknologi dan manajemen yang tepat. Aset yang dianggap marginal ternyata masih memiliki nilai ekonomis yang signifikan,” paparnya.

Sementara dari sisi operator, Benny Hidajat Sidik (VP Production & Project Pertamina Hulu Energi) dan Suhendro (Manager Production Operations Pertamina Hulu Indonesia) menyatakan komitmen penuh untuk mendukung dan berkolaborasi dengan mitra-mitra potensial.

Acara yang dimeriahkan oleh antusiasme para peserta yang hadir ini diharapkan menjadi titik awal bagi lahirnya sinergi konkret antara jurnalisme, regulasi, dan dunia usaha untuk kesejahteraan masyarakat Kaltim.

Bagikan:

Bato.to vs KakaoPage: Penutupan Situs Bajakan Picu Debat Sengit di Kalangan Pembaca Manhwa, Manhua, dan Manga